Rabu, 22 NOVEMBER 2023 • 13:27 WIB

Korea Utara Diduga Luncurkan Satelit untuk Jadi Mata-mata

Author

Korea Utara luncurkan roket diyakini membawa satelit mata-mata.

INDOZONE.ID - Korea Utara melakukan peluncurkan roket yang diyakini membawa satelit pada Selasa (21/11/2023).

Korea Selatan dan Jepang menyebut, satelit itu diduga diluncurkan untuk menjadi mata-mata di orbit. Ini menjadi upaya ketiga Korea Utara dalam meluncurkan satelit tersebut.

Korea Utara sebelumnya telah memberi tahu Jepang bahwa mereka berencana untuk mengirimkan sebuah satelit pada 28 November dan 1 Desember, setelah dua kali gagal meluncurkan satelit mata-mata pada awal tahun ini.

Pemerintah Jepang mengeluarkan peringatan darurat bagi penduduk di bagian selatan untuk berlindung dari kemungkinan ancaman rudal Korea Utara.

Melalui sistem penyiaran darurat, pemerintah Jepang mengatakan kepada penduduk di Okinawa untuk berlindung di dalam gedung atau di bawah tanah.

Baca Juga: Satelit Kebanggaan Indonesia SATRIA-1 Sukses Meluncur ke Angkasa dari Florida

Kementerian pertahanan Jepang mengatakan bahwa rudal tersebut kemungkinan adalah sebuah satelit.

Dikatakan bahwa rudal tersebut tampaknya telah terbang melintas ke arah Samudra Pasifik sekitar pukul 10.55 malam, dan mencabut peringatan daruratnya.

Sementara itu, militer Korea Selatan mengatakan bahwa roket diyakini membawa satelit pengintai dan diluncurkan ke arah selatan.

Pasukan Penjaga Pantai Jepang mengatakan bahwa Korea Utara telah memberikan pemberitahuan tentang peluncuran tersebut ke arah Laut Kuning dan Laut Cina Timur.

Badan keselamatan maritim Korea Selatan mengeluarkan peringatan kepada kapal-kapal tentang rencana peluncuran tersebut untuk area yang sama dengan peluncuran sebelumnya.

Korea Utara telah mencoba meluncurkan apa yang disebutnya sebagai satelit mata-mata dua kali pada awal tahun ini, namun gagal.

Baca Juga: Uni Eropa Ketar-ketir! Rudal Rusia Bisa Hancurkan Satelit di Luar Angkasa

Media pemerintah KCNA melaporkan bahwa itu adalah hak berdaulat Korea Utara untuk memperkuat kekuatan militernya melawan sistem pengawasan ruang angkasa yang dipimpin AS, dan KCNA membela pengembangan satelit militer Pyongyang, dengan mengutip seorang peneliti di badan antariksa negara bersenjata nuklir itu.

Pemberitahuan tersebut langsung mengundang kecaman dari Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida, yang mengatakan bahwa sistem pertahanan negaranya, termasuk kapal perusak Aegis dan rudal pertahanan udara PAC-3, telah siap untuk menghadapi situasi tak terduga yang muncul.

"Meskipun tujuannya adalah untuk meluncurkan satelit, menggunakan teknologi rudal balistik merupakan pelanggaran terhadap serangkaian resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa," kata Kishida kepada wartawan.

"Ini juga merupakan masalah yang sangat mempengaruhi keamanan nasional," sambungnya.

Jepang tidak mengambil langkah untuk menghancurkan roket itu, demikian ungkap Pasukan Penjaga Pantai, mengutip pernyataan kementerian pertahanan.

Writer: Putri Octavia Saragih

 


Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone.Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.

Z Creators

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Z Creators

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU