Senin, 29 JUNI 2026 • 11:30 WIB

Membuka Media Sosial Saat Bangun Tidur Bisa Merusak Seluruh Hari Anda

Author

Ilustrasi seorang wanita sedang membuka media sosial saat bangun tidur. (AI Generated)

INDOZONE.ID - Bagi kebanyakan orang di era digital ini, ritual pagi tidak lagi diawali dengan meregangkan badan, merapikan tempat tidur, membuka tirai jendela atau menikmati secangkir kopi hangat.

Alih-alih mengumpulkan kesadaran, tangan kita secara otomatis meraba tempat tidur, mencari ponsel, dan langsung membuka media sosial.

Tanpa kita sadari, dalam 5 menit pertama setelah bangun, kita telah menyerahkan kendali pikiran kita kepada algoritma.

Fenomena ini bukan hanya kebiasaan buruk biasa, tapi juga sebuah ancaman serius bagi kesehatan mental dan produktivitas kita sepanjang hari.

Membanjiri Otak dengan "Kekacauan" Digital

Ilustrasi seorang wanita sedang membuka media sosial saat bangun tidur. (AI Generated)

Saat membuka media sosial di pagi hari, kita disuguhkan berbagai informasi yang bahkan sama sekali tidak kita butuhkan.

Baca juga: Inggris Pertimbangkan Regulasi Wajibkan Media Sosial Prioritaskan Sumber Berita Terpercaya

Dalam satu guliran layar  atau scroll, kita bisa melihat berita duka, video komedi yang mengocok perut, gosip artis yang memicu amarah, hingga pencapaian hidup orang lain yang membuat kita merasa minder.

Pagi hari yang seharusnya menjadi kanvas kosong yang tenang untuk memulai hari, mendadak berubah menjadi medan pertempuran emosi.

Kita dipaksa melakukan overthinking sebelum kaki kita bahkan menyentuh lantai atau badan kita beranjak dari tempat tidur.

Doomscrolling hingga Hyperreactivity

Ilustrasi seorang wanita sedang membuka media sosial saat bangun tidur. (AI Generated)

Untuk memahami mengapa fenomena ini begitu merusak, para ahli mengidentifikasi beberapa istilah psikologis dan neurologis yang tepat untuk menggambarkan kondisi ini.

Mulai dari Doomscrolling / Doomsurfing yang menggambarkan kecenderungan seseorang untuk terus-menerus scrolling demi membaca berita atau konten negatif, meskipun hal itu memicu kecemasan dan stres.

Kemudian Dopamine Hijacking (pembajakan dopamin) dimana saat pagi hari, otak kita sangat sensitif. Menatap layar dan mendapatkan likes, komentar, atau konten viral memberikan letupan dopamin instan yang "membajak" sistem penghargaan otak kita, membuat kita kecanduan sejak menit pertama.

Baca juga: Komdigi Kaji Kewajiban Cantumkan Nomor Hp untuk Registrasi Akun Media Sosial

Ada juga Cognitive Overload (beban kognitif berlebih) karena otak yang baru bangun dipaksa memproses informasi dalam jumlah masif dan acak secara bersamaan, yang menurunkan kemampuan fokus untuk sisa hari tersebut.

Temuan dari Penelitian

Ilustrasi Media Sosial. (REUTERS/Dado Ruvic)

Fenomena rusaknya pagi hari akibat media sosial ini bukan sekadar asumsi. Berbagai penelitian ilmiah telah membuktikannya.

Sebuah jurnal berjudul The Effects of Smart-Devices on Mental Health dari University of Bath menemukan bahwa memeriksa ponsel atau media sosial segera setelah bangun tidur memicu respons stres yang tinggi.

Pagi hari adalah waktu di mana hormon kortisol (hormon stres) secara alami memuncak untuk membuat kita bangun. Menambahkan stimulus negatif dari media sosial membuat kadar kortisol melonjak tidak sehat, memicu kecemasan (anxiety) sejak pagi.

Ada juga penelitian dari University of British Columbia (UBC) yang dipublikasikan dalam Proceedings of the CHI Conference on Human Factors in Computing Systems menunjukkan bahwa individu yang membatasi pengecekan ponsel di pagi hari memiliki tingkat stres yang jauh lebih rendah dan fungsi kognitif yang lebih tajam sepanjang hari dibandingkan mereka yang langsung memeriksa notifikasi.

Baca juga: Cara Menonaktifkan Akun X Sementara Tanpa Kehilangan Data, Cocok untuk Istirahat dari Media Sosial

Jadi intinya saat kita membuka media sosial di pagi hari, kita sedang membiarkan agenda orang lain dan algoritma mendikte perasaan kita .

Cara Merebut Kembali Pagi Anda

Ilustrasi bangun pagi. (AI Generated)

Memutus rantai kebiasaan ini memang tidak mudah, namun bisa dimulai dengan langkah kecil berikut:

  • Aturan 30 Menit Pertama: Berkomitmenlah untuk tidak menyentuh media sosial dalam 30 menit pertama setelah bangun tidur.
  • Gunakan Jam Weker Fisik: Jauhkan ponsel dari jangkauan tempat tidur agar tidak ada godaan untuk langsung meraihnya saat bangun.
  • Ritual Pagi yang Sadar (Mindful): Ganti aktivitas scrolling dengan minum air putih, stretching ringan, atau sekadar duduk tenang menghirup udara pagi.

Pagi hari Anda adalah aset paling berharga untuk menentukan ritme hari itu. Jangan biarkan algoritma merusaknya sebelum Anda sempat memulainya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Jurnal

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU