Senin, 01 JUNI 2026 • 13:49 WIB

Hari Lahir Pancasila 2026, Wamen Komdigi Angga Raka Prabowo Soroti Ancaman Disinformasi di Ruang Digital

Author

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Angga Raka Prabowo saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Senin (01/06/2026). (dok. Komdigi)

INDOZONE.ID - Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin cepat, Indonesia menghadapi berbagai tantangan baru di ruang digital.

Penyebaran disinformasi, ujaran kebencian, sikap intoleran, hingga penyalahgunaan teknologi menjadi persoalan yang dapat mengancam persatuan dan keharmonisan masyarakat.

Memperingati Hari Lahir Pancasila, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Angga Raka Prabowo, menegaskan pentingnya menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam beraktivitas di dunia digital. 

Baca juga: Bawaslu dan TikTok Kerja Sama Cegah Ujaran Kebencian dan Hoaks Jelang Pemilu 2024

Menurutnya, di tengah derasnya arus informasi, Pancasila harus tetap menjadi landasan utama untuk menjaga persatuan, memperkuat toleransi, dan memperkokoh jati diri bangsa.

Menurut Wamen Angga, perkembangan teknologi informasi yang berlangsung sangat cepat telah membuka banyak peluang bagi kemajuan bangsa.

Namun, kemajuan tersebut juga menghadirkan risiko yang perlu diantisipasi bersama agar tidak menggerus kohesi sosial dan nilai-nilai kebangsaan.

"Kita masih menghadapi berbagai persoalan seperti penyebaran disinformasi, ujaran kebencian, intoleransi, radikalisme, penyalahgunaan teknologi serta menurunnya rasa kebersamaan dalam kehidupan kita sebagai bangsa," ujarnya saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Senin (01/06/2026).

Wamen Angga menilai tantangan tersebut tidak cukup dijawab hanya dengan kemajuan teknologi.

Menurutnya, bangsa Indonesia membutuhkan pijakan nilai yang kuat agar perkembangan digital dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga persatuan nasional.

"Dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut, Pancasila harus terus menjadi pedoman utama. Nilai-nilai Pancasila harus hadir dalam tindakan nyata, bukan hanya dihafalkan, bukan hanya mantra yang kita sebutkan, tetapi diwujudkan dalam kehidupan kita sehari-hari," tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa sejak awal berdirinya bangsa, Pancasila telah terbukti menjadi perekat yang mampu menjaga persatuan Indonesia di tengah keberagaman suku, budaya, bahasa, dan keyakinan.

Ketika bangsa menghadapi konflik sosial, krisis ekonomi, hingga ancaman disintegrasi, nilai-nilai Pancasila selalu menjadi kekuatan yang menjaga keutuhan Indonesia.

Karena itu, Wamen Angga mengingatkan agar ruang digital tidak menjadi arena yang memperuncing perbedaan dan memecah belah masyarakat.

Sebaliknya, teknologi harus dimanfaatkan untuk memperkuat persatuan, memperluas akses pendidikan, serta membuka ruang kreativitas dan inovasi bagi seluruh masyarakat.

"Jangan sampai kemajuan teknologi menjauhkan kita dari nilai-nilai luhur bangsa. Sebaliknya, jadikan teknologi sebagai sarana untuk memperkuat persatuan, meningkatkan kualitas pendidikan, mengembangkan kreativitas dan membangun Indonesia yang lebih maju," tuturnya.

Menurut Wamen Angga, Hari Lahir Pancasila harus menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen seluruh elemen bangsa dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila, termasuk dalam aktivitas sehari-hari di ruang digital.

Ia mengajak masyarakat untuk menghormati perbedaan pendapat, menjaga kerukunan, menggunakan teknologi secara bertanggung jawab, dan berkontribusi menciptakan ekosistem digital yang sehat.

Baca juga: Komdigi Ingatkan Bahaya AI Tanpa Regulasi, Ancaman Disinformasi hingga Kebocoran Data

"Peringatan Hari Pancasila tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan. Momentum ini harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek kehidupan," tegasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pers Rilis

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU