Sabtu, 30 MEI 2026 • 15:30 WIB

Kelebihan dan Kekurangan Topologi Star yang Jadi Standar Jaringan Modern

Author

star topology (geeksforgeeks.org)

INDOZONE.ID - Dalam dunia jaringan komputer, topologi menjadi salah satu hal paling mendasar yang harus dipahami. Topologi sendiri merupakan bentuk atau pola hubungan antar perangkat di dalam sebuah jaringan.

Dari sekian banyak jenis topologi yang ada, topologi star atau topologi bintang termasuk yang paling populer dan paling sering digunakan, terutama pada jaringan LAN (Local Area Network).

Topologi ini banyak diterapkan di rumah, sekolah, kantor, laboratorium komputer, hingga rumah sakit.

Alasannya cukup sederhana: struktur jaringan lebih mudah diatur, stabil, dan praktis ketika ingin menambah perangkat baru.

Namun di balik kemudahannya, topologi star juga memiliki beberapa kelemahan yang cukup penting untuk dipahami, terutama bagi siswa TKJ atau mahasiswa IT yang sedang belajar dasar networking.

Agar lebih mudah dipahami, mari bahas bagaimana cara kerja topologi star, jenis-jenisnya, hingga kelebihan dan kekurangan yang membuatnya tetap relevan sampai sekarang.

Apa Itu Topologi Star?

Topologi star adalah bentuk jaringan komputer di mana semua perangkat terhubung ke satu titik pusat yang disebut hub atau switch.

Perangkat pusat ini berfungsi sebagai penghubung sekaligus pengatur lalu lintas data di dalam jaringan.

Jadi, ketika satu komputer ingin mengirim data ke komputer lain, data tersebut tidak dikirim langsung. Informasi harus melewati hub terlebih dahulu, lalu hub meneruskannya ke perangkat tujuan.

Karena semua koneksi mengarah ke satu titik di tengah, susunan jaringan ini terlihat seperti bentuk bintang. Itulah sebabnya dinamakan topologi star.

Dalam sebuah jaringan star, jumlah kabel atau link yang dibutuhkan biasanya mengikuti jumlah perangkat yang terhubung. Jika ada lima komputer, maka diperlukan lima jalur koneksi menuju perangkat pusat.

Baca juga: Apple Akan Rilis Fitur Baru Anti-Jambret untuk iPhone

Cara Kerja Topologi Star

Cara kerja topologi star sebenarnya cukup sederhana. Semua perangkat seperti komputer, printer, server, atau kamera CCTV akan terhubung langsung ke hub atau switch.

Ketika salah satu perangkat mengirim data, prosesnya akan berjalan seperti ini:

  • Data dikirim dari perangkat pengirim menuju hub.
  • Hub menerima data tersebut.
  • Hub memeriksa alamat tujuan data.
  • Setelah alamat cocok, data diteruskan ke perangkat yang dituju.
  • Jika alamat tujuan tidak sesuai, maka data tidak akan diteruskan.

Karena seluruh lalu lintas data melewati perangkat pusat, hub memiliki peran yang sangat penting. Bisa dibilang, hub adalah “otak” dari jaringan star.

Jenis-Jenis Topologi Star

Topologi star terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu active star topology dan passive star topology.

Active Star Topology

Pada active star topology, hub tidak hanya menjadi penghubung biasa. Hub juga berfungsi memperkuat atau meregenerasi sinyal sebelum data diteruskan ke perangkat lain.

Fungsi ini penting terutama pada jaringan yang memiliki banyak perangkat atau ukuran area yang cukup luas.

Dengan adanya regenerasi sinyal, kualitas komunikasi data menjadi lebih stabil dan risiko gangguan dapat dikurangi.

Jenis active star biasanya digunakan pada jaringan yang membutuhkan performa lebih baik.

Passive Star Topology

Berbeda dengan active star, passive star topology hanya bertugas menghubungkan perangkat tanpa memperkuat sinyal.

Dalam model ini, perangkat yang terhubung bertanggung jawab terhadap pengiriman sinyal masing-masing.

Karena lebih sederhana, passive star lebih cocok digunakan pada jaringan kecil dengan kebutuhan komunikasi yang tidak terlalu kompleks.

Baca juga: YouTube Kini Beri Label untuk Konten yang Dihasilkan AI

Kelebihan Topologi Star

Ada beberapa alasan mengapa topologi star sangat populer dan banyak digunakan hingga sekarang.

1. Jaringan Tetap Berjalan Meski Satu Perangkat Rusak

Salah satu kelebihan terbesar topologi star adalah kemampuannya menjaga jaringan tetap aktif walaupun satu perangkat mengalami gangguan.

Jika satu komputer atau kabel rusak, perangkat lain tetap dapat beroperasi normal. Gangguan hanya terjadi pada perangkat yang bermasalah saja.

Kondisi ini sangat menguntungkan karena kerusakan kecil tidak langsung membuat seluruh jaringan lumpuh.

2. Performa Jaringan Lebih Stabil

Topologi star memiliki performa yang cukup tinggi karena hampir tidak terjadi tabrakan data atau data collision.

Setiap perangkat memiliki jalur koneksi sendiri menuju hub. Hal ini membuat lalu lintas data lebih teratur dibanding beberapa topologi lain yang menggunakan jalur komunikasi bersama.

Akibatnya, proses transfer data menjadi lebih cepat dan stabil.

3. Mudah Mendeteksi Gangguan

Dalam jaringan star, proses identifikasi kerusakan jauh lebih mudah dilakukan.

Karena setiap perangkat memiliki kabel tersendiri menuju hub, administrator jaringan dapat langsung mengetahui titik mana yang mengalami masalah.

Ini membuat proses perbaikan menjadi lebih cepat dan efisien.

Baca juga: Spotify Kini Hadirkan Artikel Majalah yang Bisa Didengarkan

4. Penambahan dan Pengurangan Perangkat Lebih Praktis

Topologi star juga unggul dari sisi fleksibilitas. Menambah perangkat baru tidak memerlukan perubahan besar pada struktur jaringan.

Administrator cukup menghubungkan perangkat baru ke switch atau hub tanpa mengganggu perangkat lain yang sudah aktif.

Begitu juga saat perangkat dilepas dari jaringan. Prosesnya dapat dilakukan tanpa menyebabkan gangguan besar.

5. Setiap Perangkat Hanya Membutuhkan Satu Port

Setiap komputer atau perangkat hanya membutuhkan satu port untuk terhubung ke hub.

Hal ini membuat proses pemasangan relatif lebih sederhana dibanding topologi tertentu yang membutuhkan hubungan antar perangkat secara langsung.

6. Cocok untuk Pengembangan Jaringan

Karena mudah ditambah perangkat baru, topologi star sangat cocok digunakan pada jaringan yang kemungkinan akan berkembang di masa depan.

Itulah sebabnya topologi ini sering dipakai di kantor, sekolah, hingga perusahaan besar.

Kekurangan Topologi Star

Meski memiliki banyak kelebihan, topologi star tetap mempunyai beberapa kelemahan yang cukup penting.

1. Sangat Bergantung pada Hub atau Switch

Kelemahan paling besar dari topologi star adalah ketergantungannya pada perangkat pusat.

Jika hub atau switch mengalami kerusakan, seluruh jaringan akan berhenti bekerja. Semua perangkat yang terhubung tidak bisa saling berkomunikasi.

Inilah yang membuat hub menjadi titik paling kritis dalam jaringan star.

Baca juga: Kemkomdigi Salurkan Kurban untuk 1.751 Mustahik, Wamen Tekankan Semangat Pengabdian

2. Membutuhkan Kabel Lebih Banyak

Dibanding topologi bus, penggunaan kabel pada topologi star jauh lebih banyak.

Karena setiap perangkat harus memiliki jalur tersendiri menuju hub, jumlah kabel akan meningkat seiring bertambahnya perangkat.

Pada jaringan kecil mungkin tidak terlalu terasa. Namun pada jaringan besar, kebutuhan kabel bisa membuat biaya instalasi meningkat cukup tinggi.

3. Biaya Instalasi Lebih Mahal

Selain kabel yang lebih banyak, topologi star juga membutuhkan perangkat tambahan seperti hub atau switch.

Biaya pembelian perangkat pusat ini membuat topologi star lebih mahal dibanding topologi bus sederhana. Semakin besar jaringan yang dibangun, semakin tinggi pula biaya yang dibutuhkan.

4. Hub Membutuhkan Perawatan Rutin

Karena hub menjadi pusat utama jaringan, perangkat ini memerlukan perhatian dan pemeliharaan rutin. Jika performa hub menurun, kualitas jaringan secara keseluruhan juga bisa ikut terdampak.

Contoh Penggunaan Topologi Star

Topologi star dapat ditemukan di berbagai lingkungan sehari-hari.

Jaringan Rumah

Di rumah, perangkat seperti laptop, smartphone, smart TV, dan printer biasanya terhubung ke router WiFi sebagai pusat jaringan. Router tersebut berfungsi seperti hub dalam topologi star.

Jaringan ATM Bank

Mesin ATM di bank juga banyak menggunakan konsep star topology agar pengelolaan data transaksi menjadi lebih terpusat dan efisien.

Rumah Sakit

Peralatan medis dan komputer rumah sakit sering dihubungkan menggunakan topologi star karena memudahkan akses data pasien dan pengawasan jaringan.

Sistem CCTV

Pada sistem CCTV, beberapa kamera biasanya terhubung ke satu perekam video pusat. Konsep ini juga menggunakan pola topologi star.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Geeksforgeeks.org

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU