Kamis, 21 MEI 2026 • 17:15 WIB

Di Era AI, Perempuan Punya Peluang Besar Kuasai Dunia Teknologi

Author

Sabrina Anggraini sebut perempuan punya peluang kuasai dunia di era AI. (Dewi Kania/Z Creators)

INDOZONE.ID - Generasi muda perempuan punya peluang besar untuk mengeksplorasi di bidang teknologi. Apalagi saat ini Indonesia sudah memasuki eranya AI atau Artificial Intelegence.

Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) bertajuk "Perempuan dan Laki-laki di Indonesia 2024" mencatat bahwa hanya 52,86 persen perempuan usia kerja yang bekerja, dibandingkan dengan 79,85 persen pada laki-laki. 

Kesenjangan ini semakin mencolok di kalangan lulusan perguruan tinggi, tingkat pengangguran perempuan berpendidikan tinggi mencapai 18,66 persen, hampir dua kali lipat dibandingkan laki-laki yang hanya 8,16 persen.

Data ini menunjukkan bahwa hambatan bagi perempuan bukan terletak pada kemampuan atau semangat menempuh pendidikan, melainkan pada kesempatan yang belum setara di dunia kerja. Karena itu, mereka dituntut harus mengenal teknologi hingga ke akar-akarnya.

Baca juga: Apakah Provider WiFi Bisa Melihat History? Ini Batas Amannya

Dalam sesi STEM Talks yang digelar di Jakarta, baru-baru ini, Content Creator Sabrina Anggraini menyoroti terkait generalist atau spesialist yang mudah dipahami oleh perempuan dan semakin banyak pertanyaan muncul di era AI ini. 

Menurut dia, hal ini menjadi tricky karena sekarang AI bisa jadi generalis yang super cepat, cepat pick up banyak konteks.

“Tapi at the same times AI bisa jadi spesialis yang cukup tajam dalam mengerjakan task seperti coding, research, selama kita kasih konteks dan arahan yang benar.”

“Di satu sisi justru karena semua orang bisa jadi surface level good lebih cepat, value dari kedalaman tuh makin naik, tapi di satu sisi juga jadi lebih pintar dalam satu hal,” katanya.

Baca juga: Hasil Survei Muslim Pro: Ibadah Haji Kini Jadi Target Finansial Utama Anak Muda

Terlepas dari itu, Sabrina mengajak kepada semua perempuan agar punya lebih dari satu skill mendalam, karena yang mahal sekarang adalah cara kamu melihat dunia

“Saya cari tahu dan renungi kembali, saya pribadi merasa Generalist vs Specialist itu tergantung konteks, tapi saya nemu POV yang menurutku menggambarkan apa yang saya pikirkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Director of Digital & Sustainability Grab Indonesia Rivana Mezaya percaya bahwa teknologi tidak hanya dibangun melalui kemampuan teknis semata. 

Namun teknologi juga bisa berkembang melalui empati, problem solving, dan keberanian untuk menciptakan dampak nyata.

Baca juga: Sudah Rilis di Indonesia, Begini Cara Menggunakan Fitur Baru Instants di Instagram

“Kami ingin lebih banyak perempuan muda melihat bahwa mereka memiliki ruang dan kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkarya di bidang teknologi. Kami berharap kehadiran para Women Tech Leaders dapat menjadi role model sekaligus membuka wawasan baru bagi generasi muda perempuan,” ucap Rivana.

Ia juga terus mendorong lebih banyak perempuan muda untuk berani berkembang dan mengambil peran strategis di bidang teknologi seperti “Jejak Aksi Kartini Masa Kini”. 

Inisiatif ini dapat mendukung pemberdayaan perempuan di berbagai lini ekosistemnya dan membuka akses untuk belajar, mengenal jejaring, dan menjadi inspirasi bagi perempuan agar membawa dampak yang lebih luas untuk Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU