INDOZONE.ID - Dunia digital memang memudahkan banyak hal, tapi di balik itu ada ancaman yang nggak selalu terlihat, salah satunya kejahatan siber yang dilakukan para hacker.
Aksi mereka bukan lagi sekadar iseng, melainkan kejahatan serius yang bisa merugikan hingga miliaran dolar.
Bahkan, tak sedikit yang berhasil membuat perusahaan besar hingga negara ikut panik.
Deretan Hacker Paling Dicari di Dunia
Nah, berikut deretan hacker paling dicari di dunia dengan aksi yang jauh dari kata biasa:
1. Evgeniy Mikhailovich Bogachev
Evgeniy Bogachev yang juga dikenal dengan nama samaran seperti “lucky12345”, “Slavik”, dan “Pollingsoon”, disebut sebagai salah satu dalang kejahatan siber terbesar di dunia.
Ia diduga berada di balik botnet GameOver Zeus atau jaringan malware yang menginfeksi lebih dari satu juta komputer sejak 2009 dan menyebabkan kerugian hingga ratusan juta dolar.
Tak hanya itu, Bogachev juga dikaitkan dengan pengembangan ransomware CryptoLocker, yang menyandera file korban dan meminta tebusan agar data bisa diakses kembali.
2. Nicolae Popescu
Nicolae Popescu dikenal sebagai otak di balik penipuan online berskala besar yang menyasar ribuan korban.
Dengan berbagai alias, ia menjalankan skema lelang palsu di situs populer seperti eBay hingga AutoTrader.
Modusnya sederhana tapi efektif, yaitu menawarkan barang mewah seperti mobil, jam tangan, hingga kapal pesiar yang sebenarnya tidak pernah ada.
Baca juga: Perusahaan Wajib Waspada! Ini Alasan SOC Berbasis AI Jadi Kunci Lawan Serangan Siber
Dari aksinya, Popescu dan jaringan kriminalnya berhasil meraup lebih dari $3 juta, dengan hampir 800 korban yang tertipu.
Meski sebagian komplotannya sudah ditangkap, Popescu sendiri sempat lolos dan masuk daftar buronan paling dicari FBI.
3. Alexsey Belan
Alexsey Belan adalah hacker asal Rusia yang dikenal karena aksinya membobol sistem keamanan beberapa situs e-commerce besar di Amerika Serikat.
Dalam aksinya, ia mencuri database pengguna lengkap dengan kata sandi, lalu mengekspor data tersebut ke server miliknya.
Data yang dicuri ini kemudian diduga diperjualbelikan untuk keuntungan pribadi.
Kasus Belan menjadi salah satu contoh nyata betapa berharganya data digital dan bagaimana kebocoran data bisa dimanfaatkan dalam skala global.
4. Peteris Sahurovs
Peteris Sahurovs menjalankan skema penipuan yang memanfaatkan rasa takut pengguna internet.
Ia menyebarkan virus melalui iklan palsu di situs berita yang kemudian mengarahkan korban untuk membeli “antivirus” buatan mereka sendiri.
Jika korban menolak, layar komputer mereka akan dipenuhi pop-up dan peringatan palsu seolah-olah perangkat sedang terinfeksi virus berbahaya.
Lewat cara ini, Sahurovs berhasil meraup lebih dari $2 juta hanya dalam waktu beberapa bulan.
5. Shailesh Kumar Jain
Shailesh Kumar Jain menjadi satu-satunya warga negara Amerika dalam daftar ini.
Ia dikenal karena menjalankan skema penipuan antivirus palsu melalui pop-up dan email yang menipu.
Baca juga: Ancaman Siber Terus Meningkat , Keamanan Endpoint Kini Beralih ke Teknologi AI!
Modusnya adalah membuat pengguna percaya bahwa komputer mereka terinfeksi virus, lalu menawarkan “solusi” berupa software keamanan palsu dengan harga antara $30 hingga $70.
Dalam kurun waktu kurang dari dua tahun, aksi ini berhasil menghasilkan hingga $100 juta
6. Maksim Yakubets
Maksim Yakubets adalah sosok di balik kelompok hacker Evil Corp, yang terkenal lewat malware Dridex.
Malware ini digunakan untuk mencuri data perbankan dan menyedot dana dari berbagai institusi keuangan.
Uniknya, Yakubets dikenal hidup terang-terangan dengan gaya hidup mewah, meski masuk daftar buronan internasional.
Ia bahkan disebut memiliki koneksi kuat dengan elite di negaranya.
Kerugian akibat aksinya diperkirakan mencapai ratusan juta dolar secara global.
7. Park Jin Hyok
Nama Park Jin Hyok muncul dalam berbagai investigasi internasional terkait serangan siber besar, termasuk kasus Sony Pictures dan ransomware WannaCry.
Serangan WannaCry sendiri sempat melumpuhkan sistem rumah sakit, perusahaan, hingga infrastruktur penting di banyak negara.
Kasus ini menunjukkan bahwa dampak hacking bukan cuma soal uang, tapi juga bisa mengganggu layanan publik dan keselamatan manusia.
8. Lazarus Group
Kalau yang lain dikenal sebagai individu, Lazarus Group adalah contoh bagaimana hacking bisa jadi operasi berskala negara.
Kelompok ini diduga berafiliasi dengan Korea Utara dan telah melakukan berbagai serangan siber besar.
Salah satu aksinya yang paling terkenal adalah peretasan bank sentral dan lembaga keuangan internasional, termasuk pencurian ratusan juta dolar melalui sistem SWIFT.
Baca juga: 5 Raja Hacker Paling Terkenal di Dunia: Kisah Nyata dan Dampaknya
Hacker Kelas Dunia Bagian dari Jaringan Kejahatan Global
Dari berbagai kasus di atas, satu hal jadi semakin jelas, yaitu hacker kelas dunia bukan lagi sekadar individu iseng yang bekerja sendiri.
Mereka adalah bagian dari jaringan besar dengan kemampuan teknis tinggi dan sumber daya yang tidak main-main.
Bahkan, beberapa di antaranya diduga mendapat dukungan negara, sehingga serangan siber bukan hanya soal kejahatan, tapi juga bisa menjadi alat kepentingan geopolitik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Thehackernews