INDOZONE.ID - Dalam mengamankan pelaksanaan libur panjang dan musim mudik hari raya idul fitri tahun ini, Polri sudah mempersiapkan berbagai pola untuk mensukseskan musim mudik ini. Polri bahkan memggunakan alat-alat teknologi untuk menunjanh tugas mereka.
Dalam peninjauanya di Command Center Operasi Ketupat di Km 29 Tol Jakarta - Cikampek, Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo menilai kesiapan teknologi yang digunakan dalam pengamanan mudik tahun ini jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Salah satu teknologi yang digunakan ialah kamera yang ditempel kepada polisi-polisi yang bertugas atau yang sudah disebut dengan body cam.
"Body cam ini penting untuk melihat situasi sekaligus mengontrol tindakan-tindakan yang dilakukan anggota di lapangan,” kata Dedi seperti dikutip pada Sabtu (14/3/2026).
Polri juga menggunakan drone yang terkoneksi dengan Commend Center untuk memantau situasi terkini lalu lintas. Drone ini akan diterbangkan di lokasi-lokasi jalur yang tidak terekam kamera CCTV..
Baca juga: 6 Rekomendasi CCTV yang Bisa Dipantau Lewat HP Terbaik, Biar Rumah Aman saat Mudik!
"Command center mobile ini dilengkapi drone yang akan melihat titik-titik yang tidak terpantau CCTV. Dari situ kita bisa melakukan analisa data untuk mengambil keputusan-keputusan yang diperlukan," jelasnya.
Selain pemantauan menggunakan drone, Polri dalam hal sistem pengawasan arus mudik tahun ini juga didukung oleh analisa berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Teknologi tersebut memungkinkan proses analisis data serta pemaknaan situasi lalu lintas dilakukan secara realtime di sepanjang jalur mudik.
Pemantauan itu juga terintegrasi langsung dengan command centre yang tersebar di berbagai wilayah, mulai dari Pulau Jawa, Sumatra hingga Bali serta berbagai jalur utama mudik di seluruh Indonesia. Dengan sistem tersebut, perkembangan situasi lalu lintas di lapangan dapat dipantau secara cepat dan terpusat.
Selain itu, sistem pemantauan juga dilengkapi dengan teknologi traffic counting yang berfungsi menghitung jumlah kendaraan yang melintas di ruas-ruas jalan utama. Seluruh data tersebut ditampilkan secara terintegrasi dalam layar monitor Command Center yang berada di Pos Terpadu Operasi Ketupat Rest Area Km 29.
Salah satu sistem yang digunakan adalah aplikasi K3I atau kendali, koordinasi, komunikasi, dan informasi. Aplikasi ini berbasis geospasial atau peta digital yang memuat berbagai informasi penting terkait jalur mudik.
Baca juga: Mudik 2026 Makin Mudah, Google Maps dan Travoy Hadirkan Fitur Baru
Melalui aplikasi ini, petugas dapat memantau berbagai titik strategis seperti lokasi personel polisi lalu lintas yang sedang melaksanakan patroli, jaringan CCTV, hingga lokasi pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu.
Selain itu, aplikasi tersebut juga menampilkan berbagai fasilitas pendukung perjalanan masyarakat seperti pintu tol, SPBU, lokasi wisata, tempat ibadah, serta titik-titik yang berpotensi menimbulkan gangguan lalu lintas seperti trouble spot dan blank spot.
Tidak sampai disitu, sistem ini juga memuat informasi terkait lokasi kantor kepolisian di wilayah polda maupun polres, serta berbagai simpul transportasi seperti bandara, terminal, pelabuhan sampai rumah sakit yang berada di sepanjang jalur mudik.
Penindakan Pelanggar Lalin Pakai E-TLE
Dalam hal penindakan lalu lintas pada musim mudik tahun ini, Polri tetap menggunakan kamera tilang elektronik atau E-TLE. E-TLE statis sampai dengan E-TLE drone bakal dikerahkan.
"Kalau menurut saya tahun ini jauh lebih siap. Selain teknologi Command Center mobile yang dilengkapi drone, untuk penindakan lalu lintas secara elektronik kita juga menggunakan drone E-TLE," pungkas Dedi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan