INDOZONE.ID - Sebelum era Instagram, TikTok, dan X seperti sekarang, ada banyak platform media sosial yang dulu sempat jadi tempat hits para pengguna internet.
Beberapa aplikasi ini pernah dianggap akan jadi pemain besar dalam jangka panjang. Tapi realitanya, tidak semua bisa bertahan dan harus tutup. Ada yang kalah saing, ada yang tersandung masalah teknis, sampai isu privasi.
Daftar Aplikasi Sosial Media yang Sudah Tutup
Berikut deretan media sosial yang dulu sempat populer, tapi sekarang sudah resmi tutup.
Baca juga: Tablet Android Lemot? Ini Cara Membersihkan Cache dengan Cepat
1. Orkut
Diluncurkan Google pada Januari 2004, Orkut sempat jadi aplikasi favorit untuk bertukar pesan. Platform ini sangat viral di Brasil, tapi sayangnya di Amerika Serikat kalah dengan popularitas Myspace dan Facebook.
Karena isu keamanan dan moderasi yang makin ribet, Google akhirnya menutup Orkut selamanya pada 2014.
2. Friendster
Diluncurkan pada tahun 2002, Friendster adalah salah satu pencetus media sosial modern yang buat orang ingin menampilkan profil estetik.
Dalam enam bulan saja, penggunanya sudah tembus 3 juta orang. Sayangnya, masalah teknis membuat situs ini lemot dan membuat orang-orang pindah ke Facebook. Meski sempat bertahan kuat di Asia Tenggara, Friendster akhirnya resmi tutup pada 2015.
3. Vine
Sebelum ada TikTok, dunia punya Vine yang rilis tahun 2013 dengan konsep video pendek 6 detik. Platform ini sempat punya 200 juta pengguna dan membuat banyak orang jadi artis yang berawal dari internet.
Tapi karena sulit masukin iklan dan kalah saing sama Instagram, Twitter sebagai pemiliknya resmi menutup Vine pada Januari 2017.
4. Periscope
Rilis pada tahun 2015, Periscope sempat jadi aplikasi live streaming paling hits sampai disebut sebagai aplikasi terbaik oleh Apple.
Masalah yang dialami muncul usai Instagram dan Facebook membuat fitur live. Karena peminatnya menurun dan biaya operasionalnya mahal, Twitter pun resmi menutup Periscope pada Maret 2021.
5. Path
Muncul tahun 2010, Path menawarkan konsep media sosial yang eksklusif karena awalnya pertemanan dibatasi hanya 50 orang.
Pada puncaknya, ada 50 juta pengguna global yang menggunakan aplikasi ini. Sayangnya, karena isu privasi soal data kontak dan kalah bersaing dengan Instagram, Path resmi dihapus dari Apple App Store dan Google Play Store pada 2018.
Baca juga: 3 Game Bertema Ramadan yang Layak Dicoba, Cara Seru Isi Waktu Ngabuburit
6. Google Buzz
Tahun 2010, Google mencoba peruntungan lewat Google Buzz yang terintegrasi langsung dengan Gmail. Konsepnya bertujuan agar setiap orang bisa bekerja sambil sosialisasi hanya dalam satu tempat.
Ternyata, respons pengguna nggak seantusias itu. Aplikasi ini hanya bertahan kurang dari dua tahun, Google akhirnya mematikan fitur ini dan fokus ke proyek lain.
7. BlackBerry Messenger (BBM)
Pada masanya, BBM sangat populer di Indonesia, terutama saat ponsel BlackBerry sedang berjaya. Fitur PIN yang unik membuat pengguna harus saling tukar kode sebelum bisa saling kirim pesan.
Namun ketika WhatsApp dan LINE mulai naik daun dengan fitur yang lebih fleksibel dan bisa digunakan di berbagai perangkat, posisi BBM semakin tertekan.
Baca juga: Perbedaan IP67, IP68, dan IP69: Mana yang Lebih Tahan Air dan Debu?
Persaingan yang ketat membuat BBM akhirnya resmi ditutup pada tahun 2019, menandai berakhirnya salah satu era paling ikonik dalam dunia pesan instan di Indonesia.
Deretan platform ini jadi pengingat bahwa di dunia teknologi, popularitas bisa berubah dengan cepat. Aplikasi yang dulu sempat jadi tempat bermain sosial media utama, kini terpaksa ditinggalkan.
Persaingan, inovasi, dan kemampuan beradaptasi jadi kunci utama bertahan di industri media sosial yang terus berkembang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mentalfloss.com