Jumat, 20 FEBRUARI 2026 • 14:00 WIB

Pengertian Phishing: Termasuk Ciri-Ciri, dan Cara Menghindarinya

Author

Ilustrasi Phishing. (Eliani Kusnedi)

INDOZONE.ID - Semakin canggih teknologi, semakin kreatif juga modus kejahatan digital. Salah satu yang paling sering terjadi adalah phishing.

Sebenarnya phishing itu apa sih? Yuk, kita bahas pelan-pelan agar semakin paham dan nggak gampang kejebak.

Apa Itu Phishing?

Phishing adalah salah satu bentuk kejahatan digital yang tujuannya memancing korban agar mau memberikan informasi rahasia. Biasanya pelaku mengirim pesan penting palsu lewat email, website, chat, atau bentuk komunikasi elektronik lainnya.

Baca juga: Cara Memberi Nama Lokasi di Google Maps untuk Alamat Rumah dan Bisnis

Informasi yang diincar bukan main-main, ada tiga jenis data yang biasanya jadi target:

  1. Data pribadi, seperti nama, usia, alamat, dan nomor telepon
  2. Data akun, misalnya username dan password
  3. Data finansial, seperti nomor kartu kredit atau rekening bank.

Data ini bisa langsung dipakai untuk menipu korban, atau bahkan dijual lagi kepada pihak lain untuk aksi kejahatan berikutnya.

Ciri-Ciri Phishing

Biar nggak gampang ketipu, kamu perlu tahu tanda-tandanya berikut ini.

1. Meminta Informasi Pribadi

Phishing itu sifatnya manipulatif. Pelaku akan meminta korban mengisi informasi sensitif seperti username, password, kode OTP, nomor kartu debit atau kredit, hingga CVV/CVC. Biasanya lewat link yang diarahkan diklik atau file yang diminta untuk diunduh.

Perlu diingat, pihak resmi seperti pegawai bank pun tidak diperbolehkan meminta data-data tersebut. Kalau ada pesan yang minta informasi sensitif, sebaiknya langsung abaikan, blokir pengirimnya, dan laporkan ke pihak terkait.

2. Menciptakan Rasa Urgensi

Pelaku sering membuat panik. Misalnya bilang ada transaksi mencurigakan yang harus segera diblokir, promo yang mau berakhir, atau peluang bisnis yang katanya hanya berlaku hari itu saja. Akhirnya karena buru-buru dan takut rugi, korban jadi nggak sempat berpikir panjang.

3. Menggunakan Identitas Palsu

Ciri lainnya, pelaku sering mengatasnamakan instansi, perusahaan, atau bahkan teman korban. Ada juga modus pengiriman file APK lewat pesan yang mengaku dari perusahaan logistik.

Terkadang alamat website yang dipakai juga dibuat mirip dengan yang asli. Makanya, penting untuk selalu double-check siapa pengirimnya dan pastikan alamat situsnya benar.

4. Target Tidak Spesifik

Phishing sering kali dikirim secara massal. Tandanya, pesan tidak menyebut nama lengkap korban dan hanya memakai sapaan umum seperti “Kepada Nasabah yang Terhormat” atau “Kepada Pelanggan”.

Cara Menghindari Phishing

Setelah tahu ciri-cirinya, sekarang yang paling penting: gimana cara menghindarinya?

1. Jangan Klik Link atau Unduh File Mencurigakan

Kalau dapat pesan aneh yang menyuruh klik tautan, jangan asal klik. Bisa jadi itu bagian dari skema phishing untuk mencuri data.

Begitu juga dengan file yang dikirim lewat email atau chat, file tersebut bisa saja mengandung virus atau malware yang diam-diam mengambil informasi di perangkatmu.

Baca juga: Rekomendasi Charger 3-in-1 Apple Terbaik: Solusi Praktis Mudik Lebaran 2026 Tanpa Ribet!

2. Waspada Telepon Tidak Dikenal

Phishing juga bisa lewat telepon. Kalau ada nomor asing menelepon dan meminta data pribadi atau uang, lebih baik langsung akhiri percakapannya.

3. Jangan Bagikan Informasi Sensitif

Jangan pernah memberikan data pribadi lewat SMS, media sosial, email, website, atau telepon jika ada pesan mencurigakan yang mengatasnamakan instansi atau perusahaan.

Instansi resmi tidak akan meminta data sensitif seperti password atau kode OTP lewat pesan biasa.

4. Ganti Kata Sandi Secara Rutin

Mengganti password akun media sosial dan perbankan secara berkala bisa membantu mengurangi risiko pembajakan. Gunakan kombinasi kata sandi yang kuat dan berbeda untuk tiap akun.

5. Pastikan Website Menggunakan SSL

Saat membuka website, perhatikan alamatnya. Website yang aman biasanya menggunakan protokol “https://” dan ada ikon gembok di bagian address bar.

Baca juga: Urutan Chipset Unisoc Tertinggi: Mana yang Setara Snapdragon?

Kalau masih “http://” tanpa gembok, sebaiknya lebih berhati-hati sebelum memasukkan data apa pun.

Phishing itu kelihatannya sepele karena hanya berupa pesan atau link, tapi dampaknya bisa serius kalau sampai data penting jatuh ke tangan yang salah. Jadi jangan gampang panik, jangan gampang percaya, dan biasakan cek ulang sebelum klik apa pun.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Bank Mas

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU