Kamis, 19 FEBRUARI 2026 • 13:44 WIB

Tips Aman Internet dan Media Sosial untuk Anak

Author

Ilustrasi tips aman media sosial untuk anak. (Freepik.)

INDOZONE.ID - Keamanan anak di internet dan media sosial kini tak lagi harus lewat cara ekstrem seperti mengecek isi chat satu per satu.

Dengan fitur bawaan di medsos dan komunikasi yang tepat, orang tua bisa tetap memantau tanpa merusak kepercayaan.

Berni Moestafa, Kepala Kebijakan Publik Meta Indonesia, menjelaskan bahwa akun remaja sudah dibekali perlindungan otomatis.

Mulai dari pembatasan siapa yang bisa menghubungi, jenis konten yang muncul, hingga kontrol waktu penggunaan gadget.

“Untuk remaja di bawah 16 tahun, pengaturan ini tidak bisa diubah tanpa izin orang tua. Selain itu, kalau ingin kontrol yang lebih ketat, Anda bisa mengaktifkan fitur pengawasan orang tua agar Anda bisa lebih tenang saat remaja bermain media sosial,” ujarnya.

Namun ia mengingatkan, peran terbesar tetap ada pada orang tua.

Banyak orang tua merasa kewalahan menghadapi dunia digital anak. Grup chat ramai, tren TikTok berubah tiap minggu, istilah baru muncul terus.

Padahal, kuncinya bukan selalu soal teknis. Tapi soal komunikasi.

Baca juga: Imbas Turunnya Permintaan, Sony Hentikan Produksi Perekam Blu-ray Disc

Baca juga: Showtime! Robot Humanoid Jadi Bintang Utama Perayaan Imlek di Cina

Tetap kepo dengan dunia mereka. Tanyakan siapa kreator favoritnya, komunitas apa yang mereka ikuti, atau konten apa yang sedang viral.

Meski terdengar sepele, obrolan ringan bisa membuka ruang diskusi lebih dalam soal keamanan di internet.

Bangun Percaya, Bukan Cuma Atur Screen Time
Diskusi dua arah jauh lebih efektif daripada ceramah satu arah.

Coba tanyakan langsung, apa yang paling mereka suka saat online? Apa yang harus dilakukan kalau ada pesan dari orang asing? Kapan waktu terbaik untuk istirahat dari gadget?

Topik seperti ini membantu anak merasa didengar. Mereka lebih mungkin cerita kalau suatu saat merasa tidak nyaman di media sosial.

Karena pada akhirnya, fitur keamanan hanyalah alat. Relasi yang kuat tetap jadi fondasi utama.

Fitur Keamanan Medsos Sudah Aktif Otomatis

Di Instagram, Facebook, dan Messenger, akun remaja otomatis masuk kategori Akun Remaja.

Artinya, orang asing tidak bisa sembarangan mengirim pesan. Hanya teman yang bisa memberi tag.

Konten yang tidak sesuai usia akan tersaring otomatis. Bahkan gambar mencurigakan di DM bisa langsung di-blur.

Fitur ini berlaku untuk semua pengguna di bawah 18 tahun. Sementara untuk anak di bawah 16 tahun, perubahan pengaturan harus dengan izin orang tua.

Langkah ini dirancang agar perlindungan sudah aktif sejak awal, bukan menunggu masalah muncul.

Batasan yang Lebih Realistis

Negosiasi soal screen time hampir jadi ritual di banyak keluarga.

Meta menyediakan pengingat otomatis setelah 60 menit penggunaan media sosial.

Selain itu, Mode Tidur aktif pukul 22.00 hingga 07.00, mematikan notifikasi dan mengirim balasan otomatis.

Jika ingin lebih ketat, orang tua bisa mengatur batas waktu harian atau memblokir akses di jam tertentu, misalnya saat makan malam atau mengerjakan PR.

Namun penting diingat, pembatasan tanpa penjelasan sering kali justru memicu konflik. Diskusi tetap jadi kunci.

Dunia Digital Anak Terus Berubah

Keamanan digital bukan topik sekali jadi.

Apa yang relevan saat anak berusia 13 tahun belum tentu cukup saat mereka 16 tahun.

Dunia internet berkembang cepat, begitu juga cara anak berinteraksi di media sosial.

Oleh karena itu, komunikasi di rumah perlu ikut berkembang. Orang tua tak harus jadi ahli teknologi, tapi setidaknya mau belajar dan terbuka.

Pada akhirnya, tantangannya bukan sekadar membatasi internet atau medsos.

Tapi memastikan anak tahu bahwa rumah adalah tempat paling aman untuk bercerita, termasuk soal dunia digital mereka.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Meta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU