INDOZONE.ID - Setelah viral karena digunakan untuk hal berbau seksual, pemilik Grok Elon Musk, membatasi fitur pembuatan gambar hanya bisa dilakukan pelanggan berbayar di platform X.
Sebelumnya, fitur ini mendapatkan kritik keras dari banyak kalangan, karena memungkinkan pengguna X membuat gambar tak senonoh. Tak hanya itu, pembuatan gambar tersebut bahkan melibatkan foto anak di bawah umur.
Dalam pernyataannya, Grok menyebut bahwa saat ini hanya pelanggan berbayar yang bisa membuat dan mengedit gambar di platform X. Namun, pembatasan ini tidak berlaku pada aplikasi Grok X, sehingga siapapun bisa membuat gambar tanpa berlangganan.
Baca juga: 5 Prediksi Kripto 2026: Bitcoin Siap Bangkit atau Masuk Fase Turun?
Fitur pembuatan gambar ini terbuka untuk siapapun dengan batasan harian. Dalam kasus ini, banyak orang menggunakannya buat meng-upload gambar dan meminta pada Grok untuk mengubah konten yang lebih vulgar.
Hasilnya, banyak konten gambar vulgar tanpa persetujuan orang tersebut, termasuk anak-anak, artis terkenal, model, bahkan memicu respon marah dari berbagai negara.
Elon Musk dan platform tersebut mengaku mengecam tindakan tersebut. Ia menegaskan bahwa perusahaan tetap berpegang pada kebijakan penggunaan konten ilegal di sosial media.
“Siapapun yang menggunakan Grok untuk membuat konten ilegal akan mengalami konsekuensi yang sama seperti jika mereka mengunggah konten ilegal,” cuit Musk.
Baca juga: Komdigi Blokir Sementara Akses Grok, Lindungi Masyarakat dari Deepfake AI
Terdapat beberapa negara yang turut merespon kasus ini, seperti Inggris, India, bahkan Uni Eropa yang secara terbuka mengecam X dan Grok. Uni Eropa meminta supaya xAI menyimpan semua hasil dokumentasi yang berhubungan dengan Chatbot AI tersebut.
Selain itu, Kementerian Komunikasi India meminta X segera melakukan perubahan dan menghentikan penyalahgunaan fitur tersebut. Bagi India, ini berisiko kehilangan perlindungan safe harbour di negara tersebut.
Sedangkan Lembaga Pengawas Komunikasi Inggris juga sudah menghubungi xAI terkait masalah ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA