Jumat, 09 JANUARI 2026 • 18:32 WIB

5 Prediksi Kripto 2026: Bitcoin Siap Bangkit atau Masuk Fase Turun?

Author

Ilustrasi kripto (Freepik)

INDOZONE.ID - Pasar kripto menuju 2026 berada di titik krusial. Setelah reli lebih dari 600% sejak akhir 2022, Bitcoin kini bergerak dalam fase penuh ketidakpastian.

Sebagian analis memprediksi rebound besar, sementara yang lain melihat sinyal awal bear market.

Faktor makro, fundamental proyek, dan adopsi nyata jadi penentu utama.

Pergerakan kripto memang belakangan terasa berbeda. Volatilitas masih tinggi, tapi euforia mulai berkurang.

Investor kini lebih hati-hati, mencoba membaca apakah pasar sedang “ambil napas” atau justru bersiap turun lebih dalam.

Menuju 2026, arah Bitcoin dan altcoin dipengaruhi banyak variabel. Mulai dari kebijakan suku bunga global, dinamika politik AS, hingga ketahanan fundamental proyek kripto itu sendiri.

Baca juga: Gen Z Wajib Tahu! 5 Cara Seru Mulai Coba-coba Main Kripto Anti Boncos

Dibandingkan Aset Lain?

Tahun 2025 bukan periode yang ramah bagi Bitcoin. Hingga 1 Desember, kinerja year-to-date (YTD) BTC tercatat minus 7%.

Jika dibandingkan dengan aset lain, emas melonjak sekitar 62%, S&P 500 naik 16%, dan NASDAQ tumbuh 20%.

Untuk pertama kalinya sejak 2023, Bitcoin tertinggal cukup jauh dari aset arus utama.

Kondisi ini memicu pertanyaan. Apakah kripto mulai kehilangan daya saing?

Berikut analisis terkait kripto pada 2026, yang diterima Indozone, menurut Pintu, aplikasi jual beli dan investasi aset kripto, 

1. Skenario Bullish

Skenario optimistis berangkat dari satu asumsi penting. Siklus empat tahunan Bitcoin tidak lagi sepenuhnya relevan.

CEO BitWise, Matthew Hougan, menilai teori siklus mulai “mati” karena dua faktor utama, yakni potensi penurunan suku bunga dan meningkatnya keterlibatan pemerintah terhadap kripto.

Analis Bernstein, Gautam Chhugani, bahkan memproyeksikan Bitcoin bisa mencapai USD 200.000 pada 2026.

Alasannya, “Administrasi Trump ingin membangun AS menjadi ibu kota crypto dunia”.

Jika tekanan beli terus bertambah, bull market bisa berlangsung lebih lama dari siklus sebelumnya.

2. Skenario Bearish

Namun, tidak semua pihak seoptimistis itu. Dalam beberapa pekan terakhir, Bitcoin sempat terkoreksi lebih dari 30%.

Trader dan analis seperti Benjamin Cowen menunjukkan sikap bearish.

Ia memperkirakan Bitcoin berpotensi turun ke bawah SMA 200 Minggu, di kisaran USD 60.000–70.000 pada 2026.

Selain itu, Bitcoin kini berada di bawah EMA 100 Minggu.

Pola ini mengingatkan pasar pada 2022, ketika harga terus melemah setelah puncak di akhir 2021.

3. Fundamental Kripto

Dua tahun terakhir dipenuhi berbagai narasi baru. Mulai dari teknologi ZK, blockchain modular, AI agent, hingga berbagai eksperimen DeFi.

Sebagian besar tren itu kini meredup. Pasar mulai memilah mana proyek yang benar-benar punya permintaan nyata.

Pendle, misalnya, masih mempertahankan sekitar USD3 miliar TVL.

Stablecoin tetap menyimpan likuiditas besar, sementara Hyperliquid membangun posisinya sendiri di sektor perpetual DEX.

Dalam fase pasar yang lebih dingin, metrik seperti pendapatan, product-market fit, dan jumlah pengguna kembali jadi fokus utama investor.

4. Makin Matang

Pasar prediksi muncul sebagai salah satu sektor paling menarik di ekosistem kripto. Dua nama besar, Kalshi dan Polymarket, kini memiliki valuasi di kisaran USD11–15 miliar.

CEO Polymarket bahkan menyebut pasar prediksi sebagai “salah satu cara paling akurat untuk memprediksi suatu peristiwa”.

Dengan agenda global besar seperti Piala Dunia FIFA, sektor ini diperkirakan terus tumbuh sepanjang 2026.

5. Kripto Masuk Kehidupan Sehari-hari

Adopsi kripto tidak lagi terbatas pada trading dan spekulasi. Stablecoin dan sistem pembayaran mulai menemukan tempat di kehidupan sehari-hari.

Neobank berbasis kripto seperti Revolut, Kast, Ether.fi, Rain, Tria, hingga Reddotpay mulai menarik pengguna non-kripto.

Secara kolektif, volume transaksi sektor ini mencapai sekitar USD400 juta pada November, di luar data Revolut dan Kast.

Hal ini menandakan kripto perlahan bergerak ke fase utilitas nyata.

Sektor Kripto yang Berpotensi Unggul di 2026

Bull market atau bearish, satu hal cenderung konsisten. Proyek dengan penggunaan nyata lebih tahan banting.

Beberapa sektor yang dinilai berpotensi unggul di 2026 antara lain perpetual DEX, pasar prediksi, tokenisasi aset, serta pembayaran berbasis stablecoin. Fundamental yang kuat membuat sektor-sektor ini lebih relevan di tengah volatilitas.

Cara Membeli Aset Crypto

Kamu bisa membeli aset crypto di Pintu dengan mengikuti langkah-langkah berikut

Masuk ke homepage aplikasi Pintu

Masuk ke laman Market, cari aset crypto seperti BTC, ETH, SOL, atau XRP

Di halaman token, kamu bisa melihat grafik pergerakan harga aset dalam jangka waktu 24 jam, 1 minggu, 1 bulan, hingga 1 tahun.

Setelah berada di halaman token, klik Buy atau Beli dan masukkan nominal

Klik Lanjutkan

kamu sudah berhasil membeli aset kripto

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pintu Academy

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU