Minggu, 14 DESEMBER 2025 • 12:30 WIB

Fenomena Wrapped: Tradisi Digital yang Selalu Hadir di Akhir Tahun

Author

Cara melihat Spotify Wrapped 2025 di HP dan laptop. (Spotify)

INDOZONE.ID - Menjelang akhir 2025, ada satu tren tahunan yang nyaris tak pernah terlewatkan, yakni Wrapped. Tren ini bermula dari Spotify dengan cerita yang cukup menarik, sebelum akhirnya berkembang menjadi budaya digital global.

Wrapped merupakan ringkasan tahunan yang dipersonalisasi. Aplikasi merangkum kebiasaan, pilihan, dan pola penggunaan selama setahun, lalu menyajikannya dalam visual menarik yang mudah dibagikan. Lebih dari sekadar data, Wrapped menjelma menjadi narasi tentang diri pengguna.

Spotify pertama kali merilis konsep ini pada 2015 dengan nama Year in Review. Setahun kemudian, tepatnya pada 2016–2017, istilah Spotify Wrapped mulai digunakan, lengkap dengan format visual yang ramah dibagikan ke Instagram Story. Sejak saat itu, Wrapped bertransformasi dari sekadar fitur menjadi ajang pamer kecil-kecilan sekaligus sarana refleksi diri.

Baca juga: Viral! Ini Alasan YouTube Recap Disebut Lebih Personal dari Spotify Wrapped di Tahun 2025

Perkembangan tersebut memicu efek domino. Berbagai platform digital kemudian mengadopsi konsep serupa. Sepanjang 2025, sejumlah tren Wrapped pun viral di Indonesia.

1. Spotify Wrapped 2025

Spotify Wrapped tetap menjadi yang paling ikonik dan digunakan lintas generasi. Menjelang akhir tahun, linimasa media sosial dipenuhi unggahan hasil Spotify Wrapped, mulai dari genre favorit, artis teratas, hingga total menit mendengarkan musik. Konten ini mudah ditemukan di X, Instagram, TikTok, hingga WhatsApp Story.

2. Shopee Wrapped 2025

Shopee merangkum perjalanan belanja pengguna selama setahun, lengkap dengan statistik seperti total pengeluaran, jumlah voucher yang digunakan, serta koin yang berhasil dikumpulkan.

Wrapped ini sangat viral di Indonesia, terutama dengan narasi populer, “malu lihat total belanja.” Kontennya ramai dibagikan di TikTok dan Instagram Story, sering disertai humor dan rasa bersalah kolektif.

3. YouTube Recap atau YouTube Wrapped

youtube perkenalkan "Youtube Recap" (blog.youtube)

Konsepnya serupa dengan Spotify Wrapped, tetapi berfokus pada kebiasaan menonton. Data yang ditampilkan mencakup video yang paling sering ditonton, total waktu tonton, hingga jenis konten favorit.

Meski sempat viral, tren ini cenderung lebih “sunyi”. Penyebarannya biasanya terbatas di komunitas tertentu dan tidak masif di media sosial utama.

4. X (Twitter) Wrapped 2025

Wrapped versi X sebenarnya cukup menarik, namun tidak viral secara nasional. Tren ini lebih hidup di kalangan pengguna aktif X dan jarang menembus platform lain seperti Instagram atau TikTok.

Baca juga: Jelang Akhir Tahun, Ini 7 Aplikasi dengan Fitur "Wrapped" dan Tutorial Menggunakannya

5. Apple Music Replay dan AI Wrapped

Apple Music Replay serta AI Wrapped, seperti dari ChatGPT dan platform sejenis, muncul dalam skala yang lebih kecil. Kontennya jarang masuk FYP, tidak menciptakan hype besar, dan umumnya hanya beredar di komunitas pengguna tertentu.

Melihat berbagai tren tersebut, dapat disimpulkan bahwa Spotify Wrapped masih menjadi yang paling viral dan paling berhasil membentuk budaya berbagi tahunan. Bukan sekadar soal data, Wrapped kini menjadi representasi identitas digital pengguna selama satu tahun penuh.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Amatan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU