Sabtu, 15 NOVEMBER 2025 • 11:25 WIB

Mengenal Modus Penipuan QRIS dan Cara Mengenali Kode Pembayaran yang Aman

Author

QRIS (freepik)

INDOZONE.ID - Seiring dengan pertumbuhan transaksi digital di Indonesia, sistem pembayaran QRIS makin umum digunakan.

Akan tetapi, di balik kenyamanan itu tersembunyi jebakan yang tak sepele.

Bank Indonesia mencatat volume transaksi QRIS pada kuartal I 2025 mencapai 2,6 miliar transaksi meningkat hingga 594 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya.

Meski standar keamanan sudah tinggi, kejahatan digital tetap mengintai karena kelalaian pengguna.

Sebagaimana dilansir dari Emiten News, QRIS keamanannya tanggung jawab bersama. BI, ASPI, dan penyelenggara jasa pembayaran rutin melakukan sosialisasi kepada merchant.

Baca juga: Apple Wallet Sekarang Bisa Simpan KTP Digital? Ini Penjelasan Soal Digital ID!

Oleh sebab itu, mengenali berbagai modus penipuan QRIS menjadi landasan penting untuk melindungi diri dari kerugian.

Modus-Modus Penipuan QRIS yang Umum

Beberapa skema modus penipuan QRIS yang sering muncul menurut Beraukab:

  • QRIS palsu: kode QR menyerupai milik merchant asli.
  • Tukar rekening QRIS: pembayaran diarahkan ke akun penipu.
  • Bukti pembayaran palsu: pelaku pakai screenshot editan.
  • QR-phishing: QR mengarahkan ke situs palsu untuk mencuri data.

qris (freepik)

Tanda-Tanda QRIS Mencurigakan

Dilansir dari Beraukab, beberapa ciri QRIS yang kemungkinan palsu:

  • Tidak ada nama merchant yang jelas pada stiker QR.
  • Logo penyedia jasa pembayaran buram atau tidak standar.
  • QR ditempel di banyak stiker sekaligus.
  • Nama merchant di aplikasi berbeda dari stiker QRIS.

Peran Merchant dan Pengguna dalam Keamanan Bersama

Keamanan transaksi melalui QRIS bukanlah tanggung jawab satu pihak saja.

Dalam artikel disebutkan bahwa pedagang wajib memantau transaksi agar pembayaran masuk ke rekening mereka sendiri, sedangkan pembeli harus teliti.

Baca juga: Microsoft Hapus Fitur Galeri Foto di Phone Link Windows 11!

Apabila merchant hanya menempelkan kode QR dan tidak memastikan bahwa pembayaran masuk ke rekening resmi, maka kondisi tersebut bisa membuka peluang bagi modus penipuan QRIS.

Di sisi pengguna, apabila hanya melihat stiker tanpa mengecek ke aplikasi, maka risiko meningkat.

Sebagaimana dikatakan oleh Emiten News, namanya harus cocok. Jangan sampai terlihat untuk toko onderdil, tapi yang muncul malah nama yayasan. Itu tidak benar.

Karena itu, baik merchant maupun pengguna mempunyai peran penting dalam mencegah dan menghambat modus penipuan QRIS.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Emitennews.com, Beraukab.go.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU