Kamis, 13 NOVEMBER 2025 • 11:00 WIB

Aksi Tergila dan Terbesar dari Hacker Anonymous yang Bikin Dunia Heboh

Author

Ilustrasi Hacker Anonymous (Sumber: Youtube/Nessie Judge)

INDOZONE.ID - Kalau ngomongin soal hacker, nama Anonymous pasti langsung muncul di kepala. Grup ini sudah seperti legenda di dunia maya, misterius, tanpa pemimpin, tanpa identitas jelas. Tapi aksi mereka? Gila-gilaan. Dari meretas situs pemerintah sampai membuat aplikasi negara down total, Anonymous sering muncul sebagai “pembela keadilan digital” dengan gaya yang dramatis dan simbol topeng Guy Fawkes yang ikonik itu.

1. Serangan ke Israel (2023–2024)

Di tengah panasnya konflik Israel–Palestina, Anonymous ikut turun tangan. Tahun 2023, mereka melakukan serangan DDoS ke aplikasi Red Alert, aplikasi yang biasa dipakai warga Israel untuk mengetahui jika ada serangan roket. Hasilnya? Banyak warga tidak bisa mengakses informasi real-time soal ancaman roket.

Tidak berhenti di situ, mereka juga mengaku sudah mencuri ratusan gigabyte data dari Kementerian Kehakiman Israeldan 20 GB data dari Israel Defense Forces (IDF) yang berisi identitas jenderal, lokasi pangkalan militer, dan proyek rahasia. Anonymous bahkan menyindir bahwa ada “pengkhianat dari dalam” yang membantu mereka. Walau IDF menyangkal, aksi ini tetap menjadi salah satu operasi paling berani dalam sejarah mereka.

Baca juga: Soal Kasus Bjorka dan Hacker Palsu, Detektif Jubun: Ini Cermin, Bukan Sekadar Soal Siapa Pelakunya

2. Kasus “Fufu Fava” yang Heboh di Indonesia (2024)

Tahun 2024, giliran Anonymous Indonesia yang membuat geger. Mereka mengklaim berhasil membocorkan data pribadi dari akun Fufu Fava, akun misterius di Kaskus yang sering menyindir politikus. Yang membuat heboh, mereka mengatakan akun itu milik Gibran Rakabuming Raka, calon wakil presiden waktu itu.

Data yang dibocorkan termasuk nama, tanggal lahir, sampai nomor kendaraan. Namun tentu saja, Gibran langsung membantah dan berkata, “Tanya saja ke yang punya akun.” Pihak Kominfo juga telah mengklarifikasi bahwa akun tersebut bukan miliknya. Meski begitu, drama digital ini membuat publik semakin penasaran siapa sebenarnya di balik Fufu Fava.

3. Operation Facebook (2011)

Salah satu aksi paling terkenal dari Anonymous adalah Operation Facebook pada tahun 2011. Mereka mengumumkan rencana untuk “menghancurkan Facebook” pada 5 November, bertepatan dengan Hari Guy Fawkes. Alasannya, Facebook dianggap melanggar privasi pengguna dan menjual data ke pihak ketiga, termasuk pemerintah.

Dalam video khas Anonymous dengan suara robot dan topeng Guy Fawkes, mereka berkata, “Facebook knows more about you than your family.” Namun ternyata, aksi ini dilakukan hanya oleh sebagian kecil komunitas Anonymous, bukan oleh grup utamanya. Walau akhirnya gagal, aksi ini tetap menjadi simbol perlawanan terhadap raksasa media sosial dan isu privasi online.

4. Operation Malaysia (2011)

Masih di tahun yang sama, Anonymous juga meluncurkan Operation Malaysia sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah Malaysia yang memblokir situs berbagi file seperti The Pirate Bay dan MegaUpload. Mereka menilai kebijakan itu melanggar hak kebebasan informasi.

Pada 16 Juni 2011, mereka melancarkan serangan DDoS ke lebih dari 50 situs pemerintah Malaysia, termasuk situs utama malaysia.gov.my. Hasilnya, 41 situs lumpuh selama berjam-jam! Bahkan setelah bertahun-tahun, Anonymous Indonesia juga sempat melakukan hal serupa ketika muncul isu kebocoran data di Malaysia.

5. Aksi Protes di Indonesia: Kasus Polres Gunung Kidul (2012)

Anonymous Indonesia juga tidak kalah aktif. Tahun 2012, mereka meretas situs Polres Gunung Kidul sebagai bentuk protes atas kematian Reza Eka Wardana, siswa SMA yang diduga menjadi korban kekerasan polisi.

Setahun kemudian, mereka juga memprotes penangkapan hacker muda Wildan Yani Asari (yang meretas situs SBY) lewat operasi #OpFreeWildan. Mereka menyerang lebih dari 12 situs pemerintah, termasuk Kemenkumham dan BPS, sambil menyebarkan pesan kebebasan seperti “No army can stop an idea.”

Baca juga: Waspada! Hacker Bisa Matikan Windows Defender Pakai Tool Baru Ini

Refleksi: Hacker atau Pahlawan Digital?

Banyak orang menganggap Anonymous sebagai “pahlawan dunia maya” yang berani melawan ketidakadilan digital dan sensor. Namun, di sisi lain, ada juga yang berpendapat bahwa aksi mereka bisa mengganggu layanan publik dan menimbulkan kekacauan.

Terlepas dari pro dan kontra, satu hal yang pasti yaitu mereka sukses membuat dunia sadar betapa pentingnya keamanan data dan kebebasan informasi di era digital ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Youtube/Nessie Judge

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU