Minggu, 26 OKTOBER 2025 • 17:00 WIB

Waspada! Identitas Pribadimu Bisa Terungkap Gara-gara Jaringan WiFi

Author

bahaya wifi (Foto: techspot)

INDOZONE.ID - Penelitian terbaru membuktikan bahwa Wi-Fi dapat mengidentifikasi orang bahkan ketika perangkat mereka tidak terhubung ke jaringan.

Dilansir dari TechSpot, para peneliti menemukan bahwa router Wi-Fi biasa dapat “melihat” tubuh manusia melalui pantulan sinyal yang dipantulkan oleh tubuh dan benda di sekitarnya.

Dengan dukungan teknologi beamforming dan algoritme pembelajaran mesin, sistem ini mampu mengenali pola unik setiap individu dalam hitungan detik.

Baca juga: Intip Produk Router WiFi 7 Lengkap, dari Segmen Mainstream sampai Gaming

Menurut laporan yang dikutip dari Karlsruhe Institute of Technology (KIT), sistem bernama BFId (Beamforming Feedback-based Identification) menggunakan data umpan balik dari sinyal Wi-Fi untuk memetakan gerakan manusia.

Fakta bahwa Wi-Fi dapat mengidentifikasi orang tanpa perangkat tambahan menandakan adanya potensi besar sekaligus risiko terhadap privasi digital.

Proses Identifikasi Melalui Sinyal Wi-Fi

Teknologi yang memungkinkan Wi-Fi dapat mengidentifikasi orang bekerja dengan memanfaatkan perbedaan kecil pada gelombang yang dipantulkan tubuh manusia.

Baca juga: ASUS Indonesia Luncurkan Paket Lengkap Router WiFi 7, Dirancang dari Berbagai Segmen

Setiap orang memiliki bentuk, ukuran, dan kepadatan tubuh yang berbeda, sehingga menciptakan pola pantulan sinyal yang unik.

Data inilah yang kemudian diolah oleh sistem kecerdasan buatan untuk mencocokkan identitas seseorang.

Seperti dilansir dari TechSpot, “Once a machine learning model is trained, the system can identify targets within seconds.”

Artinya, setelah model pembelajaran mesin dilatih dengan cukup data, router bisa mengenali keberadaan seseorang hanya berdasarkan pantulan sinyal Wi-Fi di ruangan tersebut.

bahaya wifi (Foto: techspot)

Dampak Privasi dari Teknologi Ini

Kemampuan Wi-Fi dapat mengidentifikasi orang menimbulkan kekhawatiran serius terhadap privasi dan keamanan individu.

Dalam laporannya, TechSpot menyoroti bahwa pemerintah, peretas, atau pihak berkepentingan lain dapat memanfaatkan teknologi ini untuk melakukan pemantauan tanpa disadari.

Baca juga: 6 Bahaya WiFi Hotel yang Sering Diabaikan Traveler, Waspada!

“Governments, cybercriminals, or other malicious actors could exploit the technology to observe targets more discreetly than traditional surveillance methods,” tulis TechSpot.

Implikasinya sangat luas. Dalam konteks rumah pintar (smart home), sinyal Wi-Fi bisa saja digunakan untuk melacak siapa yang berada di dalam rumah dan aktivitas mereka, tanpa memerlukan kamera atau mikrofon.

Situasi ini menunjukkan bahwa Wi-Fi dapat mengidentifikasi orang bukan hanya sekadar inovasi teknologi, tetapi juga tantangan besar bagi keamanan data pribadi.

Upaya Perlindungan yang Dapat Dilakukan

Baca juga: Cara Terhubung dengan Jaringan Wifi Kantor yang Telah Ganti Password

Untuk menjaga keamanan jaringan, pengguna disarankan memperbarui firmware router secara berkala, menonaktifkan fitur beamforming jika tidak diperlukan, dan menggunakan jaringan tamu untuk perangkat asing.

Langkah sederhana ini dapat membantu mengurangi risiko kebocoran data.

Selain itu, penting untuk meningkatkan kesadaran publik bahwa sinyal Wi-Fi bukan sekadar penghubung internet, tetapi juga sarana yang berpotensi memetakan ruang dan identitas seseorang.

Dengan pemahaman yang lebih baik, masyarakat bisa lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi ini tanpa mengorbankan privasi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Techspot

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU