Rabu, 22 OKTOBER 2025 • 09:45 WIB

3 Alasan Desain Kursor Mouse Miring ke Kiri, Wajib Tahu!

Author

Ilustrasi kursor mouse. (freepik)

INDOZONE.ID - Pernah memperhatikan kursor mouse di layar komputer selalu miring ke kiri? Meski terlihat sederhana, ternyata ada alasan kursor mouse miring ke kiri yang cukup menarik dan punya latar belakang panjang. Berikut penjelasannya.

3 Alasan Kursor Mouse Miring ke Kiri

kursor." data-author="freepik" data-credit="freepik" data-source="freepik">Ilustrasi kursor. (freepik)

1. Kursor Miring Membuatnya Lebih Mudah Terlihat di Layar Jadul

Awalnya, Douglas Engelbart, penemu mouse, mendesain kursor agar tegak lurus ke atas. Namun, ketika sistem Graphical User Interface (GUI) dikembangkan oleh Xerox PARC, para insinyur menyadari bentuk tegak tersebut sulit terlihat di monitor zaman dulu.

Monitor pada tahun 1970-1980-an memiliki resolusi rendah, sehingga kursor yang tegak ke atas sering hilang di antara teks dan garis-garis latar belakang. 

Untuk mengatasinya, mereka memutuskan memiringkan panah sekitar 45 derajat, dan inilah asal mula ikon kursor panah yang kita lihat sampai sekarang.

Baca juga: Tablet vs Laptop, Mana yang Lebih Cocok untuk Pelajar? Ini Penjelasannya

Desain diagonal ini bukan hanya sekadar estetika. Dengan posisi miring, kursor lebih mudah dikenali di layar piksel rendah dan tidak bercampur dengan elemen lain. 

Sebuah dokumen Xerox tahun 1981 mencatat bahwa bentuk diagonal menciptakan tepi yang lebih tajam, membuatnya lebih mudah dilihat pengguna. 

Jadi, kenapa kursor miring 45 derajat? Jawabannya adalah agar tampil lebih jelas di layar komputer jadul yang terbatas secara teknis.

2. Desain Miring Bikin Klik Lebih Akurat dan Nyaman

Selain karena alasan visual, mengapa pointer mouse miring juga berkaitan dengan keakuratan dalam penggunaan. Dalam desain antarmuka, setiap kursor memiliki satu titik klik yang disebut hotspot, yaitu piksel tempat aksi klik benar-benar terjadi.

Pada desain kursor miring, hotspot ditempatkan di ujung panah yang paling runcing, sehingga pengguna tahu tepat di mana mereka mengklik. Jika bentuknya simetris, titik klik berada di tengah dan justru bisa menutupi objek yang ingin diklik.

Menurut UX Pickle, desain miring ini juga meniru arah alami tangan saat memegang mouse, sehingga terasa lebih intuitif. Artinya, desain miring bukan hanya solusi teknis, tapi juga mendukung pengalaman pengguna yang lebih efisien dan nyaman. 

Baca juga: 7 Cara Mudah Bikin Laptop Tetap Dingin Saat Dipakai, Hindari Overheat!

Jadi, kursor yang kamu gunakan sekarang merupakan hasil dari kombinasi antara fungsi dan kenyamanan dalam interaksi digital.

3. Tetap Dipertahankan karena Sudah Jadi Standar Dunia

Sekarang, meski layar komputer sudah sangat tajam dan beresolusi tinggi, desain kursor miring tetap dipertahankan. Hal ini terjadi karena sudah menjadi standar global dan bagian dari sejarah desain kursor mouse yang panjang.

Desain miring pertama kali digunakan oleh Xerox, lalu diadopsi oleh Apple dan Microsoft. Karena sudah digunakan sejak awal perkembangan GUI, bentuk ini akhirnya menjadi standar industri komputer di seluruh dunia.

Menurut MakeUseOf (MUO), jika monitor beresolusi tinggi sudah ada sejak awal, bentuk kursor mungkin akan berbeda. Akan tetapi, karena kursor miring sudah lebih dulu dikenal, kini desain itu dianggap paling efisien dan tidak perlu diubah. 

Konsistensi inilah yang membuat kursor tetap miring ke kiri hingga sekarang sebagai bentuk kecil yang membawa sejarah besar di balik perkembangan teknologi komputer.

Jadi, sejarah desain kursor mouse ini menunjukkan inovasi kecil bisa menjadi standar yang bertahan puluhan tahun. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Timesofindia.indiatimes.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU