INDOZONE.ID - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengungkapkan bahwa ia pernah mempertimbangkan untuk membubarkan salah satu perusahaan terkemuka teknologi, Nvidia.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Trump dalam sebuah konferensi tingkat tinggi dalam Artificial Intelligence yang dilaksanakan pada hari Rabu (30/7/2025) waktu setempat.
Nvidia menjadi perusahaan yang mencapai valuasi pasar sebesar $4 Triliun. Hal ini yang didorong oleh sistem monopoli yang diterapkan dalam bidang teknologi chip AI.
Baca juga: Audrey Crews: Wanita Pertama di Dunia yang Bisa Kendalikan Komputer dengan Pikiran
Trump mengatakan bahwa ia mempertimbangkan untuk menutup Nvidia sebelum mengenal lebih jauh perusahaan pembuatan chip tersebut beserta CEO-nya, Jensen Huang.
“Saya pikir kita dapat masuk dan membubarkan mereka serta memberi mereka sedikit pesaing, dan saya tahu hal tersebut tidak mudah dalam bisnis. Lalu saya mengenal Jensen, dan saya mengerti alasannya sekarang,” ujar trump dalam pertemuan AI Summit di Washington D.C.
Hubungan Huang dan Trump belakangan terlihat membaik. Setelah melakukan pertemuan dengan Trump di Gedung Putih, pemerintahan Trump memberlakukan kebijakan pencabutan dalam pembatasan ekspor chip AI H20 milik Nvidia ke Cina.
Hal tersebut memungkinkan Nvidia menjual chip ke pasar yang lebih menguntungkan dan membalikkan pembatasan yang telah diberlakukan pada pemerintahan sebelumnya.
Baca juga: Heboh! Wanita di China Tipu 20 Pria, Minta iPhone Demi Beli Rumah
Huang terlibat selama berbulan-bulan negosiasi untuk mengubah kebijakan tersebut. Ia berpendapat bahwa pembatasan dalam penjualan chip akan merugikan kemajuan teknologi di Amerika Serikat.
Hal itu justru memungkinkan pesaing seperti lain seperti Cina untuk mendominasi pasar chip AI. Ia juga menekankan bahwa chip dari Nvidia sangat penting dalam standar AI global.
Raksasa teknologi AI ini sedang dalam tren yang positif akhir-akhir ini. Pada awal bulan ini, perusahaan berhasil mencetak sejarah dalam menjadi perusahaan pertama di dunia yang mencapai nilai pasar $4 Triliun.
Saham perusahaan yang meningkat signifikan sebesar 18% dalam setahun ini. Pertumbuhan pesat Nvidia didorong oleh ledakan produksi AI.
Baca juga: Dianggap Meresahkan, Ini Alasan Itch.io Hapus Semua Konten Dewasa
Unit pemrosesan grafis (GPU) Nvidia digunakan oleh semua perusahaan teknologi besar untuk memelihara dan mengembangkan model AI.
Dominasi perusahaan dalam perangkat keras AI ini telah menjadikannya pemain kunci dalam geopolitik teknologi global, terutama karena pemerintah dapat meneliti ekspor teknologi semikonduktor canggih di tengah meningkatnya ketegangan AS-Cina.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Fortune