Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 14 MEI 2024 • 16:57 WIB

Bos EA Akui Perusahaannya Bakal Pakai Teknologi AI untuk Produksi Game-game Selanjutnya

Bos EA Akui Perusahaannya Bakal Pakai Teknologi AI untuk Produksi Game-game SelanjutnyaEA Sports FC 24.

INDOZONE.ID - Kehadiran teknologi kecerdasan buatan atau AI (Artificial Intellegence) saat ini sudah menjadi tren baru, di mana teknologi tersebut dapat memudahkan beban pekerjaan banyak orang.

Potensi teknologi tersebut dapat mendukung kegiatan produksi di berbagai bidang membuatnya menjadi perhatian utama banyak perusahaan.

Sudah banyak perusahaan berusaha untuk berlomba-lomba mengejar trend AI dan mencoba memanfaatkan teknologi tersebut dalam mempercepat proses produksi mereka, termasuk studio game asal Amerika Serikat, Electronic Arts.

Baca Juga: Bos EA Akui AI Berdampak Positif untuk Perkembangan Masa Depan Game

Meskipun teknologi AI memiliki potensi yang sangat canggih, namun penerapan teknologi ini menjadi bahan perdebatan di kalangan industri kreatif.

Hal ini dikarenakan proses pembuatan karya seni memerlukan waktu lama dan melalui berbagai tahap sebelum akhirnya menjadi sebuah karya yang dapat diapresiasi oleh banyak orang karena nilai seninya yang berharga karena dibuat sepenuhnya oleh tangan manusia, jika dibandingkan dengan karya seni yang dibuat dengan penggunaan teknologi generative AI.

Namun, Andrew Wilson selaku CEO dari EA mengungkapkan keinginan perusahaan mereka untuk menerapkan penggunaan AI dalam produksi game mereka kedepannya guna meningkatkan efisiensi produksi game mereka dengan menggunakan teknologi generative AI.

Informasi tersebut datang dari sesi panggilan investor EA dengan Andrew Wilson beberapa hari yang lalu, Wilson ditanyai tentang rencana perusahaan mereka untuk memanfaatkan dan menerapkan teknologi generative AI ke dalam jalur produksi game.

Wilson menjelaskan bahwa masih berada pada tahap yang sangat awal dalam revolusi AI, atau setidaknya evolusi generative AI, namun ia percaya diri bahwa lebih dari 50% proses pengembangan game mereka akan berdampak sangat positif bagi perusahaan mereka berkat kemajuan teknologi generative AI dan penerapannya dalam produksi game mereka.

“Kami telah melakukan analisis terhadap seluruh proses pengembangan (game) kami, dan berdasarkan penilaian awal kami, kami yakin bahwa lebih dari 50% proses pengembangan (game) kami akan terkena dampak positif dari kemajuan AI generatif,” kata Wilson sebagai tanggapannya tentang teknologi generative AI.

"Dan kami memiliki tim di seluruh perusahaan yang benar-benar ingin melakukan upaya untuk melawan hal tersebut. Harapan kami adalah, dalam jangka waktu 3 hingga 5 tahun, kami akan mampu, membangun dunia yang lebih besar dan lebih mendalam yang melibatkan lebih banyak pemain secara unik di seluruh dunia," tambahnya.

“Dan saya ingin memberitahu Anda, ada rasa lapar yang nyata di antara para (tim) developer kami untuk mencapai hal ini secepat mungkin, karena, sekali lagi, hal yang paling penting bagi kami adalah membuat game yang lebih besar, lebih inovatif, lebih kreatif, dan lebih menyenangkan dengan lebih cepat sehingga kami dapat menghibur lebih banyak orang di seluruh dunia secara global dengan lebih cepat," tandasnya.

Wilson menjelaskan bahwa mereka sebenarnya sudah mulai menerapkan teknologi AI dalam beberapa aspek produksi game mereka.

Salah satu game yang telah menggunakan teknologi AI adalah game EA Sports FC 24. Wilson menggembar-gemborkan teknologi tersebut, mengklaim bahwa teknologi tersebut membuat pengembangan game mereka "lebih efisien" dan telah dibuktikan dengan kemampuan teknologi generative AI yang mereka gunakan dalam membuat stadion yang awalnya bisa memakan waktu enam bulan, sekarang berkurang proses pembuatannya menjadi enam minggu saja.

Dia juga menyatakan bahwa FC 24 memiliki 1.200 variasi animasi berkat teknologi generative AI, jika dibandingkan dengan FIFA 23 yang hanya memiliki 36 animasi berlari saja.

Terlepas dari penggunaan teknologi AI untuk perusahaan mereka, perlu diingat bahwa EA sebelumnya telah memecat 6% (sekitar 800 karyawan) dari tenaga kerjanya pada bulan Maret tahun lalu, dengan alasan "berupaya merestrukturisasi beberapa tim developer dan mengevaluasi kembali strategi investasi perusahaan dan mengurangi ruang kantor".

Dan baru-baru ini pada bulan Februari tahun ini, EA telah memecat 5% dari tenaga kerjanya (sekitar 670 orang) dengan alasan ingin “menyederhanakan operasi perusahaan kami untuk memberikan pengalaman yang lebih dalam dan lebih terhubung bagi para penggemar (game EA) di mana pun.”, menurut pernyataan Wilson saat itu.

Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang apa arti dari jalur pengembangan game yang lebih efisien, fokus pada efisiensi, dan dukungan teknologi AI bagi para developer game yang EA lakukan saat ini, mengingat ratusan karyawan terkena dampak PHK dari EA.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: EA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Bos EA Akui Perusahaannya Bakal Pakai Teknologi AI untuk Produksi Game-game Selanjutnya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!