INDOZONE.ID - Buat kamu yang suka ngobrol rahasia di Signal, ada kabar baik nih. Aplikasi chatting terenkripsi favorit ini baru saja merilis fitur baru bernama "Screen Security" yang secara otomatis mencegah layar aplikasinya direkam atau di-screenshot oleh fitur Microsoft Recall di Windows 11. Jadi, para tukang intip, pemeras, hingga mata-mata, siap-siap gigit jari.
Ilustrasi aplikasi Signal (sumber: digitaltrends.com)
Microsoft Recall adalah fitur baru yang diperkenalkan di perangkat Copilot+ PC. Fungsinya? Secara berkala mengambil screenshot dari aktivitas desktop kamu, lalu menyusunnya jadi semacam "timeline cerdas" yang bisa kamu telusuri kembali.
Kedengarannya memang praktis buat produktivitas. Tapi masalahnya, Recall tidak pilih-pilih konten. Termasuk chat pribadi kamu di Signal, data sensitif di dokumen, dan hal-hal yang seharusnya private. Parahnya lagi, Microsoft belum menyediakan API untuk mengizinkan aplikasi seperti Signal mengecualikan diri dari tangkapan layar tersebut.
Baca Juga: Berkat WhatsApp Down, Signal Kini Kedatangan Jutaan Pengguna Baru
Nggak tinggal diam, Signal langsung bertindak. Lewat update terbarunya di Windows 11, mereka mengaktifkan fitur Screen Security yang menggunakan teknologi Digital Rights Management (DRM), mirip kayak yang dipakai Netflix atau Hulu untuk melindungi konten mereka dari pembajakan.
Ilustrasi tampilan aplikasi perpesanan Signal di smartphone (photo/REUTERS/Dado Ruvic)
Apa efeknya? Ketika fitur ini aktif, semua percobaan screenshot pada jendela Signal akan langsung diblokir. Hasilnya cuma layar kosong, bukan isi percakapanmu.
Menurut laporan dari Thurrott.com, fitur ini aktif secara default di Windows 11, tapi tetap bisa dimatikan kalau kamu butuh untuk alat bantu aksesibilitas, seperti screen reader. Tapi seperti yang dijelaskan oleh developer Signal, Joshua Lund, mereka terpaksa melakukan ini karena Microsoft tidak memberikan pilihan lain.
Langkah berani dari Signal ini mencerminkan isu yang lebih besar: pertarungan antara privasi dan fitur AI sistem operasi. Implementasi fitur seperti Recall tanpa kontrol privasi yang jelas jelas-jelas bikin waswas. Dan Signal bukan cuma bicara, mereka bertindak.
Dengan mengambil alih kendali untuk melindungi data penggunanya, Signal sekaligus membuka jalan bagi aplikasi lain agar ikut bersuara soal pentingnya privasi, dan semoga saja bisa bikin Microsoft berpikir ulang soal desain dan izin fitur AI-nya.
Baca Juga: Lindungi Privasi Pengguna, WhatsApp Uji Coba Fitur Batasi Screenshot Foto Profil
Di era di mana AI makin mendalam terintegrasi dalam sistem operasi, kontrol yang transparan dan bisa diatur pengguna sudah bukan lagi kemewahan tapi kebutuhan. Signal lewat update ini mengingatkan kita bahwa menjaga privasi butuh usaha ekstra, apalagi kalau fitur sistem malah berpotensi bocorkan hal-hal sensitif.
Jadi, kalau kamu salah satu dari jutaan orang yang khawatir soal Microsoft Recall, kabar ini jelas jadi angin segar. Dan kalau kamu belum pernah coba Signal, mungkin sekarang saat yang tepat buat kamu mulai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Digitaltrends.com