INDOZONE.ID - Rencana NASA mengirimkan kembali astronotnya ke bulan kemudian lanjut ke Planet Mars sepertinya menjadi hal yang bisa saja terjadi dalam waktu dekat. Saat ini, NASA menyiapkan sebuah misi khusus sebagai bentuk eksperimen.
Eksperimen tersebut bertujuan untuk melihat dampak terhadap manusia yang tinggal di luar angkasa dalam jangka waktu panjang. Misi ini disebut dengan CIPHER atau Complement of Integrated Protocols for Human Exploration Research.
Baca Juga: 9 Cara Bikin Password yang Aman dan Kuat Gampang Untuk Diingat Anti Dibobol Orang
Dilansir dari laman web nya, NASA memfokuskan pada respon fisiologi dan morfologi manusia terhadap berapa lama tinggal di luar angkasa.
Secara teknis, akan dipilih 30 astronot yang dibagi menjadi tiga kategori berdasarkan jangka waktu tinggalnya di luar angkasa.
Jangka waktu terpendek akan dilakukan selama 3,5 bulan, kemudian menengah selama 3,5-8 bulan dan yang terlama adalah lebih dari 8 bulan.
Aspek pada tubuh manusia yang akan menjadi fokus utama antara lain tulang, otot, otak, sistem kardiovaskular, penglihatan, sensorimotor atau pergerakan serta uji lab darah dan urin.
Baca Juga: Qualcomm Snapdragon X Plus Hadirkan Generasi Baru Platform Laptop Bertenaga AI
Rata-rata astronot yang dikirimkan ke luar angkasa hingga saat ini tinggal di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) selama kurang lebih 6 bulan.
Sebelumnya, astronot Scott Kelly dan kosmonot Mikhail Korniyenko telah berhasil tinggal di ISS selama 340 hari. Namun, dari misi baru ini, diharapkan menambah data respon tubuh manusia jika tinggal di luar angkasa lebih lama.
Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone.Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: NASA