Event crypto terbesar di dunia. (Z Creators/Gunawan)
INDOZONE.ID - Akademi Crypto, yang merupakan platform pendidikan dan komunitas cryptocurrency terkemuka di Indonesia, berhasil menyelenggarakan acara “Road to Bitcoin Halving” di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, pada hari Minggu. Acara ini bagian dari perayaan menjelang fenomena Bitcoin Halving, yang diantisipasi akan terjadi pada bulan April 2024.
Bitcoin Halving, yang merupakan proses pengurangan hadiah bagi penambang Bitcoin menjadi setengah setiap empat tahun sekali, adalah sebuah peristiwa penting yang berperan dalam menjaga inflasi dan nilai Bitcoin. Acara yang dihadiri 8.000 peserta ini diselenggarakan untuk meningkatkan kesadaran dan edukasi tentang cryptocurrency di Indonesia.
"Dalam kesempatan empat tahun sekali ini, kami ingin memperluas edukasi seputar crypto di Indonesia dengan membuat event gratis ini yang dihadiri lebih dari 8.000 orang,” kata Co-founder Akademi Crypto, Timothy Ronald.
Event gratis ini merupakan cara untuk mengucapkan terima kasih kepada industri crypto yang telah merubah hidup banyak orang, termasuk dirinya sendiri. Ronald berharap dengan acara ini, adopsi teknologi baru ini akan semakin luas di Indonesia.
Baca Juga: Do Kwon, Buronan yang Melenyapkan Rp606 triliun Aset Crypto Ditangkap di Montenegro
“Ini adalah wujud terimakasih saya terhadap industri crypto yang telah membawa hidup saya ke titik ini, crypto telah merubah hidup saya, dan saya ingin teknologi baru ini bisa diterima lebih luas oleh masyarakat untuk mendorong adopsi di tanah air,” jelas Timothy Ronald.
Event yang dihadiri oleh ribuan anggota komunitas ini menghadirkan pembicara terkemuka di industri crypto, termasuk para pendiri Akademi Crypto sendiri, seperti CEO BRI Ventures Nicko Widjaja, CEO Indodax Oscar Darmawan, CEO Triv Exchange Gabriel Rey, dan CCO Reku Robby.
Dilatarbelakangi meningkatnya adaptasi teknologi dan cryptocurrency, terutama di kalangan generasi muda, event ini juga menjadi momentum untuk menyoroti pentingnya cryptocurrency bagi masa depan.
Awal tahun ini, Amerika Serikat menjadi negara pertama yang melegalkan Exchange Traded-Fund (ETF) Spot Bitcoin, menandakan langkah besar dalam penerimaan cryptocurrency di pasar modal global.
Di bulan lalu saja, transaksi ETF Spot Bitcoin berhasil menembus US$12,1 miliar atau setara Rp192 triliun. Oleh karena itu, beberapa perusahaan investasi besar dunia, seperti BlackRock, ARK21, Franklin Templeton, Grayscale, hingga VanEck ikut terlibat menjadi sekuritas yang menyediakan produk-prosuk untuk diperjualbelikan di Wall Street.
Baca Juga: Aktivitas Kirim dan Terima Bitcoin di Afrika Selatan Bisa Pakai SMS, Gak Perlu Internet!
Penelitian dari Chainalysis juga menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan tingkat adaptabilitas crypto tertinggi di dunia, melampaui sejumlah negara, seperti Thailand, China, Rusia, hingga Inggris.
“Kami percaya bahwa cryptocurrency berpotensi untuk mengubah paradigma keuangan global,” kata Kalimasada, Co-Founder Akademi Crypto. Ia juga menambahkan, melalui event ini, mereka berharap semakin banyak orang mengerti manfaat sekaligus tantangan dari penggunaan cryptocurrency.
Akademi Crypto berkomitmen untuk terus mendukung dan mempromosikan pengembangan cryptocurrency di Indonesia, mengajak masyarakat lebih luas untuk mengenal dan memahami potensinya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung