INDOZONE.ID - Solo traveling menjadi salah satu tren yang semakin populer di kalangan wisatawan. Namun, bagi tunanetra, melakukan perjalanan sendirian bisa menjadi tantangan yang cukup besar.
Namun, kini, ada sebuah inovasi revolusioner yang membuka peluang bagi mereka untuk menjelajahi dunia dengan lebih mandiri.
Diperkenalkanlah, Koper Al, sebuah koper yang dibekali dengan teknologi kecerdasan buatan yang dikembangkan oleh seorang ilmuwan komputer tunanetra.
Baca Juga: Ilmuwan di China Ciptakan Bayi AI Pertama di Dunia
Pengguna memegang gagang koper ini yang akan memandu mereka menuju tempat tujuan. Ketika mendekati titik belok, tombol kanan atau kiri di pegangan akan bergetar, memberikan sinyal kepada pengguna untuk mengubah arah.
Tidak hanya itu, sistem yang terintegrasi dalam koper ini juga mampu mendeteksi kehadiran benda-benda di sekitarnya, memastikan navigasi berjalan lancar dan aman.
Koper Al tidak hanya menjadi alat bantu navigasi, tetapi juga meningkatkan kesadaran lingkungan sekitar bagi penggunanya.
Dengan sensor yang terpasang, koper ini dapat mendeteksi hambatan di sekitarnya, mengurangi risiko kecelakaan, dan memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman bagi pengguna.
Chieko Asakawa (65), seorang ilmuwan komputer yang buta total sejak usia 14 tahun, merupakan penggagas utama di balik inovasi Koper Al. Saat ini, ia menjabat sebagai Direktur National Museum of Emerging Science and Innovation.
Berdasarkan pengalaman pribadinya, Asakawa memiliki visi untuk menciptakan solusi yang memungkinkan tunanetra untuk menjelajahi dunia dengan lebih mandiri.
Baca Juga: Peneliti Mengungkap Kemungkinan Bahaya AI yang Dapat Menyebabkan Kepunahan Manusia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Oddity Central