INDOZONE.ID - Total ada sebanyak 1.400 warga Israel yang tewas akibat serangan Hamas selama Oktober 2023. Jumlah ini jauh lebih rendah dibanding warga Palestina yang tewas akibat serangan Israel yang mencapai lebih dari 7.000 orang.
Rendahnya jumlah warga sipil Israel yang menjadi korban dari konflik tersebut tak terlepas dari pengaruh aplikasi peringatan yang biasa disebut sebagai Red Alert milik Homefront Command Israel, komando pertahanan sipil oleh militer Israel.
Warga Israel yang tinggal di sekitar Gaza dengan mudah mengakses aplikasi tersebut untuk mengetahui peringatan dini terhadap serangan roket yang dilancarkan Hamas.
Baca Juga: Kolaborasi dengan Evangelion, ASUS ROG Rilis PC Bertema EVA-02
Aplikasi peringatan tersebut memberikan kesempatan kepada warga sipil untuk lebih dulu mencari perlindungan sebagai upaya mencegah dari serangan.
Seperti dilansir WIRED, aplikasi Homefront Command telah mengeluarkan lebih dari 10 ribu peringatan ancaman sejak Hamas pertama kali menyerang Israel pada 7 Oktober 2023, yang disebut sebagai serangan paling ekstremis paling mematikan dalam sejarah konflik kedua negara itu.
Jumlah warga sipil yang mengunduh aplikasi tersebut meningkat hingga tiga kali lipat, dari hanya 600 ribu pengguna kini menjadi lebih dari 2 juta pengguna.
Baca Juga: Apple Umumkan iMac Terbaru dengan Layar 24 Inci dan Chipset M3
Bahkan kini, aplikasi Homefront Command berada di posisi keempat sebagai 10 aplikasi dengan penawaran gratis paling populer, baik di PlayStore maupun AppStore.
“Dengan memberikan peringatan dini kepada warga sipil, kami menyelamatkan nyawa,” kata seorang letnan kolonel bernama Itay, yang mengawasi sistem peringatan dini untuk Pasukan Pertahanan Israel.
Dia mengatakan timnya baru-baru ini mendapat pesan ucapan terima kasih dari seorang ibu yang mengatakan bahwa aplikasi tersebut memperingatkan adanya serangan empat detik yang berharga sebelum alarm berbunyi melalui sirene publik yang tersebar di jalan-jalan sejak tahun 2006.
“Itu berarti satu anak lagi yang bisa dia bawa ke dalam tempat penampungan,” katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wired.com