INDOZONE.ID - Pasti kita pernah mengalami website dengan kode error muncul saat kalian sedang browsing di internet, baik itu di chrome, microsoft edge, atau browser lain.
Kode error tersebut sebenarnya tidak muncul begitu saja, kode-kode tersebut adalah kode status HTTP, cara server berkomunikasi dengan browser Anda.
Masalahnya, server berbicara dalam bahasa "komputer", sedangkan kita berbicara dalam bahasa manusia. Di balik layar, terjadi percakapan teknis yang gagal, dan angka-angka tersebut adalah alasan kegagalannya.
Artikel ini hadir sebagai kamus penerjemah agar Anda tidak lagi panik dan tahu persis siapa yang harus disalahkan saat sebuah situs web tidak bisa diakses.
Sebelum melanjutkan penjelasan satu per satu kode error, baiknya kita ketahui dulu akar permasalahannya dengan melihat angka depan kode errornya. Berikut penjelasannya:
Baca juga: ERR_SSL_PROTOCOL_ERROR Itu Apa Sih? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!
Kode error 404 adalah kode yang paling umum dan paling banyak ditemui. Munculnya kode ini dikarenakan meskipun server berhasil berkomunikasi dengan browser, tapi server tidak dapat menemukan halamannya.
Ibaratnya, Anda mendatangi sebuah perpustakaan. Anda memiliki nomor raknya, tetapi saat Anda sampai di rak tersebut, bukunya sudah tidak ada atau memang tidak pernah ada.
Berbeda dari kode 404 yang menandakan bahwa halaman yang Anda cari tidak ada, kode 400 muncul karena permintaan Anda yang aneh, karena server tidak memahami permintaan dari browser Anda karena tidak valid.
Bayangkan Anda memesan kopi di kafe, tetapi Anda menggunakan bahasa isyarat yang tidak umum sehingga barista bingung apa yang sebenarnya Anda inginkan.
Kode error 400 (sitechecker.pro)
Munculnya error 403 seringkali membuat pengguna merasa seperti tersangka. Pesan ini muncul ketika server memahami permintaan Anda, namun secara sadar menolak untuk memberikan izin akses.
Halamannya ada, kuncinya ada, tapi server sengaja menggembok pintunya dari dalam.
Baca juga: 7 Cara Mengatasi Wireless Mouse Error, Dijamin Balik Normal Lagi!
Berbeda sedikit dengan 403, error 401 terjadi karena Anda mencoba masuk ke area pribadi tanpa melakukan login atau kredensial login Anda salah.
Jika Anda melihat angka 500, ini adalah tanda bahaya di sisi pemilik website. Kode ini bersifat umum; artinya, sesuatu yang salah telah terjadi di server, tetapi server tidak bisa menjelaskan secara spesifik apa masalahnya.
Ini adalah kode "pusing" bagi para pengembang web. Masalahnya bisa berasal dari kesalahan kode pemrograman, database yang crash, hingga file .htaccess yang rusak.
Kode error 500 (discourse.org)
Dunia internet bekerja seperti estafet. Satu server berbicara ke server lain. Error 502 terjadi ketika satu server (yang bertindak sebagai gerbang) menerima respons yang tidak valid dari server lain di belakangnya.
Ibarat Anda bertanya pada resepsionis, lalu resepsionis mencoba menelepon manajer di dalam, tapi teleponnya hanya terdengar suara kresek-kresek.
Pernah melihat website toko online yang tiba-tiba tidak bisa diakses saat sedang ada diskon besar-besaran? Kemungkinan besar yang muncul adalah error 503. Kode ini berarti server sedang tidak siap menangani permintaan.
Baca juga: Apa Itu Server 503 Artinya? Cara Cepat Mengatasi Error 503 Website
Sebelum Anda menyerah dan menutup laptop dengan kesal, ada protokol standar yang seringkali berhasil mengatasi 80% masalah kode error ini:
Dengan memahami arti di balik angka-angka ini, Anda kini memiliki "senjata" untuk menghadapi masalah saat berselancar di internet.
Ingat, tidak semua error berarti kiamat bagi produktivitas Anda; terkadang, Anda hanya butuh segelas kopi dan beberapa kali menekan tombol refresh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instiki.ac.id