Meta gaet senior Apple, Alan Dye untuk kembangkan kacamata AI. (Red94)
INDOZONE.ID - Meta merekrut Alan Dye, salah satu eksekutif desain terkemuka Apple, yang tampaknya menjadi pukulan besar bagi raksasa iPhone.
Perekrutan ini dilakukan saat Meta semakin agresif memperluas pengembangan perangkat wearable berbasis kecerdasan buatan (AI).
Alan Dye yang memimpin tim desain antarmuka Apple sejak 2015, akan mengepalai studio desain baru di Meta.
Baca juga: Map Arc Raiders Berubah Total: Spaceport, Dam, hingga Battlegrounds Siap Ubah Meta PvP
Ia akan mengawasi desain, perangkat lunak, serta integrasi AI di seluruh lini produk Meta.
Penunjukan Alan Dye dianggap sebagai kemenangan penting bagi perusahaan media sosial bernilai USD 1,6 triliun itu.
CEO Mark Zuckerberg sebelumnya menegaskan bahwa perangkat wearable yang ia yakini suatu hari akan menggantikan smartphone, memegang peran utama dalam visinya mengenai "superintelligence".
Selain mengembangkan model AI secara agresif, pada September lalu Meta meluncurkan kacamata pintar pertamanya dengan layar terintegrasi.
Kacamata tersebut mampu menampilkan pesan teks, panggilan video, serta respons dari asisten AI pada salah satu lensanya.
Mark Zuckerberg pada Rabu menyatakan bahwa perusahaan ingin memperlakukan kecerdasan sebagai material desain baru.
"Kita memasuki era baru di mana kacamata AI dan perangkat lain akan mengubah cara kita terhubung dengan teknologi dan satu sama lain," tulis Zuckerberg di Threads, seperti dilansir Financial Times, Rabu (4/12/2025).
Baca juga: Meta Sedang Siapkan Rival ChatGPT dengan Sentuhan Morning Brief ala Media Sosial
Sementara itu, Apple mengonfirmasi kepergian Alan Dye dan menyebutkan bahwa posisinya akan digantikan oleh Stephen Lemay, desainer antarmuka yang telah bekerja di Apple hampir tiga dekade.
Alan Dye akan berperan dalam pengembangan perangkat konsumen Meta, termasuk kacamata display yang dirilis tahun ini, rangkaian kacamata pintar Ray-Ban, serta headset virtual reality Meta Quest.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Financial Times