INDOZONE.ID - Kabar membanggakan datang dari industri teknologi Tanah Air. Karena di tahun ini, inovasi teknologi lokal semakin mampu bersaing di tingkat internasional.
Perusahaan teknologi asal Indonesia, Terralogiq, mendapat pengakuan dari ‘Rising Star Partner’dalam ajang bergengsi Google Maps Partner Summit 2025 yang digelar di New Delhi, India. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi lokal mampu bersaing di tingkat internasional.
Terralogic adalah penyedia solusi maps dan geospasial terkemuka, yang kini mendapatkan pengakuan internasional di kawasan JAPAC (Japan, Asia Pacific).
Baca juga: 4 Cara Memburamkan Rumah di Google Maps, Mudah Banget!
‘Rising Star Partner’ merupakan penghargaan bergengsi yang diberikan kepada mitra Google Maps Platform dengan pertumbuhan pesat, inovasi kuat, dan dampak signifikan bagi industri. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Charity Rumery, Global Head of Sales for Google Maps Platform.
Platform ini telah berhasil membantu berbagai sektor melakukan transformasi digital. Melalui GMPro (Route Optimization API), teknologi untuk mengoptimalkan rute pengiriman dan manajemen armada, membantu perusahaan retail, supply chain, dan logistik menekan biaya sekaligus meningkatkan efisiensi.
Serta Mapmaster.AI, yaitu platform yang memadukan Maps dan AI untuk mengelola profil bisnis multi-lokasi, memastikan data bisnis tetap akurat dan konsisten di berbagai platform digital.
Baca juga: Google Maps Dapat Pembaruan di Android 16: Desain Lebih Segar dan Mudah Dipakai
CEO Terralogiq Thomas Hendy mengatakan, pengakuan ini adalah bukti bahwa inovasi lokal bisa bersaing secara global. Indonesia memiliki talenta dan potensi besar untuk menjadi pemain global dalam industri teknologi pemetaan dan data berbasis lokasi.
“Kami bangga membawa nama Indonesia sebagai pemimpin solusi Maps, AI, dan geospasial yang memberikan dampak nyata bagi bisnis dan masyarakat,” ujarnya di Jakarta.
Setelah itu, pihaknya juga akan meningkatkan integrasi solusi AI dan geospasial. Sekaligus mengadopsi teknologi cloud-native di sektor-sektor prioritas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan