Ilustrasi Windows 12. (dok. Istimewa)
INDOZONE.ID - Ngomongin soal Windows memang nggak pernah ada habisnya. Belum lama ini Microsoft masih sibuk promosiin Copilot dan update gede Windows 11, eh kabar soal Windows 12 sudah rame beredar.
Padahal, kalau dilihat dari pola perilisan sebelumnya, kayaknya OS baru ini masih agak jauh. Tapi namanya juga rumor, justru di situlah serunya.
Kalau flashback sebentar, Windows 10 keluar tahun 2015, lalu enam tahun kemudian lahirlah Windows 11. Kalau ngikutin ritme itu, berarti Windows 12 baru muncul 2027.
Jadi yang berharap tahun depan langsung bisa instal Windows 12 mungkin harus sabar dulu. Microsoft sendiri sudah bilang 2025 bakal jadi tahunnya Windows 11 refresh, jadi jelas-jelas mereka belum mau buru-buru.
Baca juga: 5 Fakta Menarik Tentang Token xStocks di Dunia Crypto
Bocoran tampilan Windows 12 pernah kelihatan di acara Ignite 2023. Ada search bar nongol di atas, taskbar ngambang, ikon sistem pindah ke pojok kanan, sementara cuaca muncul di kiri.
Sekilas lebih modern, tapi juga berpotensi bikin bingung pengguna lama. Perubahan antarmuka ini bisa aja cuma percobaan, atau memang tanda bahwa Microsoft pengen kasih identitas segar buat Windows 12.
Nah, bagian ini yang paling sering disebut-sebut: AI bakal jadi jantungnya Windows 12. Copilot yang sekarang baru jadi asisten di Windows 11 kemungkinan bakal jauh lebih pintar.
Katanya sih bisa jalan pakai wake word, kasih saran otomatis lewat fitur “Click to Do”, sampai pencarian file yang bisa diminta pakai bahasa sehari-hari.
Ada juga fitur Recall, yang sempat bikin heboh karena dianggap terlalu nyeremin soal privasi. Bayangin, komputer bisa nyimpen semua yang pernah kamu lakukan dan tinggal cari buat ditampilkan ulang.
Microsoft janji sih datanya tetap di perangkat dan terenkripsi, tapi tetap aja banyak yang merasa waswas.
Baca juga: 17 Ide Bio Instagram Pencinta Warna Cokelat dalam Bahasa Inggris yang Estetik
Kalau software makin pinter, otomatis butuh perangkat keras yang kuat juga. Di sinilah NPU alias Neural Processing Unit jadi kata kunci baru.
Intel, AMD, sampai Qualcomm sudah berlomba-lomba bikin chip dengan kemampuan AI lokal. Bahkan laptop berbasis ARM, yang dulu sering dibanding-bandingin sama Mac dengan Apple Silicon, diprediksi bakal lebih kompetitif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pcmag