INDOZONE.ID - Ekosistem e-sports di Indonesia semakin terbentuk dengan jelas. Bahkan, banyak talenta muda yang awalnya hanya bermain game biasa, kini bisa mencari nafkah di industri game.
Managing Director EVOS, Chaya Wahyuni Kusuma, mengatakan generasi muda yang ingin menekuni dunia e-sports bisa dengan mudah meraih mimpinya. Sebab, dunia e-sports belakangan ini kerap membuahkan dampak positif bagi mereka.
“Bicara game, main Mobile Legends, mereka enggak cuma tahu cara mainnya. Bahkan kompetisinya sekarang sudah kelas internasional, sudah ada E-sports World Cup (EWC). Semua negara mengirim (atlet) dan prestige-nya tinggi serta diakui juga, seperti Kemenpora,” ujar Chaya dalam acara Anniversary 8 Tahun EVOS x Pop Mie di Jakarta.
Baca juga: E-Sports Jadi Medium Baru Diplomasi Budaya, Indonesia Tampil Memukau di FFWS 2025
Tak bisa dipungkiri, menurut Chaya, dunia gaming adalah salah satu pekerjaan atau profesi yang menjanjikan di masa depan. Meski sering kali banyak orang tua merasa kesal ketika melihat anak-anaknya bermain game terus-menerus, ternyata aktivitas tersebut bisa menghasilkan uang.
“Industri e-sports besar sekali. Banyak anak muda yang meniti karier sebagai pro player. Kalaupun sudah pensiun, mereka live streaming, ada yang jadi Brand Ambassador (BA), masuk ke manajemen. Saking besarnya industri ini, bisa jadi ladang nafkah,” ungkap Chaya.
Karena itu, Senior Brand Manager Pop Mie, Antonius Pandu, mengungkapkan bahwa pihaknya ingin mencoba menjembatani dunia seni, e-sports, dan komunitas gamer muda dalam satu ekosistem yang saling terhubung. Ia juga ingin terus tumbuh bersama anak muda dan relevan dengan dunia mereka.
“Gaming dan e-sports hari ini bukan hanya hobi, tetapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Karena itu, kolaborasi ini kami gagas sebagai langkah strategis sekaligus menghadirkan sesuatu yang punya nilai kreatif dan bisa diterima komunitas,” ujarnya.
Menurut Pandu, industri game tidak terbatas pada permainannya saja. Banyak talenta di dalamnya, dan industri ini akan terus berkembang sehingga mereka harus terekspos.
“Kami mau menjadi bagian agar talenta-talenta ini bisa menjalankan passion-nya dan semakin besar bersama,” tambahnya.
Baca juga: Najel EVOS, Gamers Cantik yang Jadi Inspirasi Kalau e-Sports Nggak Cuma untuk Cowok
Sementara itu, Content Creator EVOS, Nadse, melihat bahwa perjalanan kolaborasi selama delapan tahun ini sangat relevan dengan kehidupan anak muda. Termasuk kehidupannya sebagai public figure yang tak asing di kalangan para gamer.
“Aku merasa bangga bisa jadi bagian dari kolaborasi ini karena relate dengan daily life aku. Kalau sambil live streaming dan banyak viewers, aku jadi ngiler. Mereka sampai ikutan makan mi, beli ke warung, dan ninggalin live streaming,” bebernya.
Lebih jauh, Nadse juga berharap dunia gaming tidak hanya besar di Indonesia, tetapi juga mendunia. Ia mendorong generasi muda untuk aktif dan terus kreatif dalam menekuni passion di industri game.
“Jadi kita semua ini bisa dikenal enggak cuma di dalam negeri, tapi juga di luar,” tutup BA EVOS tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan