Kamis, 04 DESEMBER 2025 • 09:15 WIB

Pedro "Audry" Lomihiri, Dulu Juara PUBG Mobile Indonesia, Kini Pilih Berlaga di Negeri Tetangga!

Author

Pedro "Audry" Lomihiri (Instagram.com/@fde.tl) 

INDOZONE.ID - Dinamika bursa transfer dalam skema kompetitif esports memang selalu menyajikan kejutan yang tak terduga. 

Bagi para penggemar setia PUBG Mobile di Indonesia, nama Pedro "Audry" Lomihiri tentu bukan sosok yang asing. 

Pemain yang dikenal dengan kemampuan mekanik tinggi dan pembacaan zona yang tajam ini sempat menjadi salah satu pilar penting dalam peta persaingan tim-tim papan atas Tanah Air. 

Namun, belakangan ini namanya seolah menghilang dari roster tim-tim besar Indonesia. 

Ternyata, sang rusher tidak pensiun, melainkan memilih jalur karir yang anti-mainstream dengan menyeberang ke negara tetangga, Timor Leste.

Baca juga: Harga RAM Melonjak: Dampaknya untuk Dunia Gaming dan Konsol

Sepak Terjang Audry di Skema PUBG Mobile

Menilik kembali perjalanan karirnya di laman Liquipedia, rekam jejak Audry di kancah profesional memang penuh warna. 

Ia memulai langkah besarnya lewat turnamen GoPay Arena Championship pada tahun 2020 silam saat masih berseragam Siren Esports. 

Layaknya perjuangan pahlawan dalam sebuah cerita, karirnya tidak langsung melejit mulus. 

Audry pernah merasakan pahitnya persaingan papan bawah ketika membela Eagle 365 Esports di ajang bergengsi PUBG Mobile Pro League (PMPL) Season 3. 

Saat itu, timnya harus puas finis di peringkat 15 dari 16 tim, sebuah hasil yang tentu menjadi pukulan berat namun sekaligus pelajaran berharga bagi mentalitasnya.

Baca juga: Larangan Konten Game yang Semakin Ketat: Ancaman untuk Kebebasan Kreatif Industri Video Game

Momen kebangkitan Audry terjadi ketika ia menjadi bagian dari Livescape. 

Di sinilah ia mencatatkan tinta emas dengan menjuarai PUBG Mobile Indonesia League (PMIL) Season 3. Namun, ternyata ada cerita menarik di balik nama Livescape ini. 

Tim tersebut sejatinya adalah skuad GeekFam ID, namun karena regulasi kepemilikan tim yang ketat saat itu, mereka harus melakukan rebranding sementara. 

Situasi ini mirip dengan dinamika di Formula 1 (F1) saat ini antara Red Bull Racing dan Racing Bulls yang tetap beroperasi dengan identitas berbeda demi mematuhi aturan kompetisi.

Sayangnya, performa Audry mengalami pasang surut. Penampilan terakhirnya di panggung internasional tercatat pada ajang PUBG Mobile Super League (PMSL) South East Asia Fall 2024. 

Baca juga: Epic Games Store Hadirkan Game Gratis Terbaru: Momen Tepat Saat Musim Liburan Menjelang 2026

Kembali memperkuat GeekFam (tim induk di Malaysia), Audry dan rekan-rekannya harus berjuang keras menghadapi gempuran tim-tim terbaik Asia Tenggara. 

Hasil akhirnya kurang memuaskan, di mana mereka tertahan di posisi 16 dari 24 kontestan. 

Hasil ini seolah menjadi penanda berakhirnya satu babak dalam karier Audry di skema kompetitif Indonesia sebelum ia memutuskan untuk mencari tantangan baru.

Berkelana ke Negeri Bumi Dua Matahari

Setelah sempat tak terdengar kabarnya dan absen dari ingar-bingar bursa transfer tim Indonesia, Audry muncul dengan kabar mengejutkan. 

Ia resmi melebarkan sayapnya ke Timor Leste, negara yang dijuluki Negeri Bumi Dua Matahari. 

Informasi tersebut telah dikonfirmasi melalui unggahan di akun Instagram resmi Federacao Desporto Electronicos Timor Leste (@fde.tl), yang menampilkan wajah Audry sebagai bagian dari skema kompetitif di negara tersebut.

Baca juga: Google Gemini Bisa Segera Menjelaskan Apa Saja di Layar Anda

Audry kini bergabung dengan No Money Esport, sebuah tim yang memiliki ambisi besar untuk mendominasi skena PUBG Mobile di Timor Leste. 

Keputusan untuk berkarier di luar negeri atau menjadi pemain import memang bukan hal baru di esports, namun memilih Timor Leste sebagai pelabuhan karier adalah langkah yang unik dan berani. 

Saat ini, Audry tidak sedang bersantai, melainkan tengah fokus berkompetisi di ajang PUBG Mobile Timor Leste (PMTL) 2025.

Kehadiran Audry di liga Timor Leste tentu membawa warna tersendiri. 

Pengalaman segudang yang ia miliki selama bertahun-tahun bertarung di kerasnya liga Indonesia dan turnamen Asia Tenggara menjadi aset berharga bagi No Money Esport. 

Bagi para penggemar yang merindukan aksi-aksi clutch dari Audry, PMTL 2025 menjadi ajang pembuktian bahwa taring sang mantan juara Indonesia ini masih tajam, meski kini ia berjuang di bawah bendera tim dari negeri tetangga.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU