Google Gemini(Sumber:digitaltrends.com)
INDOZONE.ID - Google dilaporkan sedang mengembangkan alat baru untuk Gemini, yang sementara disebut Circle Screen.
Fitur ini memungkinkan AI untuk menganalisis isi layar ponsel dan memberikan penjelasan atau ringkasan secara otomatis.
Dengan kemampuan ini, Gemini berpotensi menggantikan salah satu fitur AI populer di Android: Circle to Search.
Alih-alih harus menyorot bagian layar secara manual, pengguna bisa langsung mendapatkan interpretasi atau ringkasan berbasis AI dari konten yang tampil, termasuk teks, gambar, atau rumus matematika.
Baca juga: Google Maps Bertransformasi Jadi Pusat Eksplorasi dengan Gemini Sebagai Pemandu Baru
Saat ini, Circle to Search mengharuskan pengguna menyorot area tertentu pada layar untuk mendapatkan hasil pencarian atau jawaban lanjutan.
Dengan Circle Screen, proses ini dipangkas: AI akan menafsirkan konten layar tanpa perlu menandai atau menyalin teks.
Ini bukan sekadar peningkatan visual search, tetapi transformasi ke pengalaman interaktif di mana ponsel secara aktif memberikan konteks dan penjelasan langsung dari apa yang pengguna lihat.
Fitur ini dapat mempermudah cara kita mengonsumsi informasi di ponsel. Misalnya, ketika membaca postingan media sosial dalam bahasa asing, pengguna bisa langsung mendapatkan terjemahan atau penjelasan tanpa meninggalkan aplikasi.
Mahasiswa atau peneliti bisa mengambil tangkapan layar diagram, kutipan, atau paragraf, lalu meminta Gemini untuk merangkum atau menjelaskan isinya. Dengan gesture sederhana, seluruh proses menjadi lebih cepat dan intuitif.
Google tampaknya ingin menanamkan Gemini di hampir semua titik interaksi di Android, termasuk Wear OS.
Hal ini membuka peluang bagi lebih banyak ponsel, bukan hanya flagship atau perangkat Pixel, untuk mendukung analisis layar berbasis AI.
Integrasi ini akan mengubah cara kita berinteraksi dengan ponsel, dari sekadar mencari informasi menjadi mendapatkan penjelasan instan dari setiap gesture.
Meski menjanjikan, fitur ini juga menghadirkan pertanyaan penting soal privasi dan kontrol pengalaman pengguna.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Digitaltrends.com