Kamis, 16 OKTOBER 2025 • 12:00 WIB

Call of Duty Tercipta Karena “EA Bersikap Kasar”, Ungkap Bos Battlefield Vince Zampella

Author

Call of Duty Tercipta Karena “EA Bersikap Kasar”(Sumber:X/Eurogamer)


INDOZONE.ID - Vince Zampella, kepala proyek Battlefield 6, baru-baru ini melontarkan komentar yang cukup mengejutkan mengenai asal-usul seri Call of Duty.

Dalam sebuah wawancara bersama GQ, ia menyebut bahwa franchise legendaris itu “hanya ada karena EA bersikap tidak adil”.

Baca juga: Activision Klaim 99% Match di Beta Call of Duty: Black Ops 7 Bebas Cheater

Awal Mula: Dari Medal of Honor ke Call of Duty

Sebelum memimpin Battlefield, Zampella merupakan bagian dari tim pengembang pertama Call of Duty.

Ia dulunya bekerja di studio 2015 Inc., yang mengerjakan game Medal of Honor: Allied Assault — salah satu judul shooter paling berpengaruh di awal 2000-an.

Namun, konflik muncul ketika EA memutuskan untuk memindahkan pengembangan Medal of Honor ke studio internal mereka.

Keputusan tersebut membuat Zampella dan rekan-rekannya hengkang dan mendirikan Infinity Ward.

Tak lama kemudian, mereka bekerja sama dengan Activision Blizzard untuk menciptakan proyek baru dengan nama sandi “MOH Killer”.

Hasilnya? Sebuah game bernama Call of Duty, yang kini menjadi salah satu franchise paling sukses di dunia.

Rumor Lama yang Akhirnya Terbukti

Komentar Zampella bukanlah hal baru sepenuhnya.

Selama bertahun-tahun, para penggemar telah mendengar cerita serupa mengenai bagaimana EA kehilangan tim pengembang terbaik mereka.

Dalam wawancara lama bersama MCV tahun 2013, Justin Thomas, mantan artis di Infinity Ward yang juga terlibat dalam pembuatan Allied Assault, menjelaskan bahwa tim mereka sempat menghadapi masalah keuangan setelah “masalah kontrak” dengan penerbit besar  yang diduga adalah EA.

“Setelah kami meninggalkan 2015, beberapa pembayaran proyek tidak diterima meski milestone sudah diserahkan. Perusahaan hampir bubar,” ujar Thomas.

 “Namun presiden kami saat itu, Grant Collier, menghubungi beberapa publisher besar.

 Dalam hitungan hari, Activision datang dengan tawaran baru.”

Zampella Kembali Menantang Call of Duty

Kini, dua dekade kemudian, roda sejarah seolah berputar kembali.

Vince Zampella justru berada di kubu lawan, memimpin Battlefield 6, game yang saat ini sedang menyaingi dominasi Call of Duty di pasar shooter modern.

Yang menarik, Zampella sendiri pernah dipecat secara dramatis dari Activision pada tahun 2010 dengan tuduhan “pelanggaran kontrak dan pembangkangan”.

Setelah peristiwa itu, karyawan Infinity Ward disebut-sebut mendapat kenaikan gaji agar tetap bertahan.

Ironisnya, meskipun sejarah antara kedua franchise ini diwarnai konflik dan drama industri, Battlefield 6 kini justru menjadi salah satu peluncuran paling sukses di Steam, menandakan bahwa persaingan antara dua raksasa FPS ini masih jauh dari kata selesai.

Pernyataan Zampella menegaskan satu hal: dunia game selalu penuh dengan drama di balik layar.

Tanpa keputusan kontroversial EA pada awal 2000-an, mungkin Call of Duty tidak akan pernah lahir.

 Kini, lebih dari 20 tahun kemudian, Zampella kembali berhadapan dengan “anak ciptaannya sendiri” melalui Battlefield 6  dalam pertarungan epik memperebutkan tahta shooter militer terbaik di dunia.

Baca juga: Battlefield 6 Ungkap Perbedaan Sistem Aim Assist Dibanding Call of Duty

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Eurogamer.net

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU