Senin, 13 OKTOBER 2025 • 15:00 WIB

Diduga Terlibat Pelecehan, Pengembang MindsEye Layangkan Surat Terbuka Keras untuk Pimpinan Build A Rocket Boy

Author

Pengembang MindsEye Layangkan Surat Terbuka Keras untuk Pimpinan Build A Rocket Boy(Sumber:X/Eurogamer)

INDOZONE.ID - Studio pengembang game MindsEye, Build A Rocket Boy (BARB), kembali menjadi sorotan setelah 93 pengembang, baik yang masih aktif maupun mantan karyawan menandatangani surat terbuka yang ditujukan langsung kepada jajaran eksekutif studio.

Dalam surat tersebut, para pekerja menuntut tanggung jawab atas perlakuan tidak manusiawi dan kurangnya rasa hormat yang berlangsung lama di lingkungan kerja mereka. Alias diduga terlibat pelecehan.

Langkah ini muncul setelah peluncuran MindsEye yang dianggap gagal total secara komersial dan teknis, serta berujung pada pemutusan kerja massal yang menimpa sekitar 250–300 karyawan di berbagai divisi.

Baca juga:  Build a Rocket Boy Umumkan PHK Usai MindsEye Gagal di Pasaran

Surat Terbuka: BARB Harus Berubah

Dalam surat yang disebarkan bersama Game Workers Branch dari serikat pekerja Independent Workers of Great Britain (IWGB), para pengembang menegaskan bahwa masalah internal dan kepemimpinan buruk menjadi penyebab utama kegagalan MindsEye.

Karyawan juga mengeluhkan komunikasi internal yang buruk, jam lembur berlebihan, serta penanganan PHK yang kacau dan tidak manusiawi.

Dalam empat bulan menjelang peluncuran, setiap karyawan diwajibkan lembur delapan jam per minggu.

Sebagai kompensasi, mereka dijanjikan waktu istirahat 7 jam untuk setiap 8 jam lembur, namun janji itu tidak terpenuhi karena permintaan tambahan pekerjaan “prioritas tinggi” yang terus datang.

Tuntutan Karyawan kepada Build A Rocket Boy

Para pengembang yang menandatangani surat ini mengajukan empat tuntutan utama kepada pimpinan Build A Rocket Boy, termasuk CEO Mark Gerhard dan pendiri Leslie Benzies:

1. Permintaan maaf secara terbuka dan kompensasi yang layak untuk semua karyawan yang terdampak PHK.

2. Kebebasan bagi karyawan yang masih aktif untuk memilih antara menyelesaikan masa kerja atau menerima Payment in Lieu of Notice.

3.Perbaikan sistem kerja internal, termasuk pengakuan resmi terhadap IWGB sebagai serikat pekerja di BARB.

4.Keterlibatan pihak ketiga independen dalam proses PHK ke depan untuk mencegah ketidakadilan serupa.

Nasib MindsEye dan Dampaknya bagi Industri

MindsEye merupakan proyek ambisius pertama Build A Rocket Boy yang digadang-gadang akan menjadi bagian dari metaverse ‘Everywhere’, namun kenyataannya berakhir dengan banyak bug, kritik pedas, dan performa teknis buruk.

Dua eksekutif kunci bahkan mengundurkan diri hanya seminggu sebelum peluncuran, dan penerbit IO Interactive kini mulai menjauh dari proyek tersebut, menimbulkan pertanyaan besar tentang masa depan studio.

Bahkan pemeran utama game ini, Alex Hernandez, sempat mengaku takut tidak akan bisa bekerja lagi di industri gim setelah kegagalan besar tersebut.

Kasus Build A Rocket Boy menjadi peringatan keras bagi industri game global dan ambisi besar tanpa penghargaan terhadap tenaga kerja hanya akan berakhir dengan kehancuran.

Para pengembang kini menyerukan reformasi total dalam sistem manajemen studio, agar perusahaan seperti BARB tidak lagi mengorbankan kesehatan dan martabat karyawannya demi target bisnis semata.

Baca juga: Peluncuran Gagal Total! Developer MindsEye Bakal Lay Off Ratusan Karyawan

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Eurogamer.net

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU