Selasa, 02 SEPTEMBER 2025 • 15:15 WIB

Pragmata: Capcom Ungkap Mekanik Unik yang Bikin Penasaran Pemain

Author

Pragmata(Sumber:X/Eurogamer)

INDOZONE.ID - Capcom akhirnya memberikan gambaran lebih jelas tentang Pragmata, proyek ambisius yang sempat tertunda cukup lama sejak pertama kali diumumkan pada 2020 lalu.

Game yang mengisahkan petualangan seorang pria berseragam luar angkasa bernama Hugh bersama android muda bernama Diana ini dijadwalkan rilis pada 2026, setelah beberapa kali mengalami penundaan.

Baca juga: Pragmata Hadirkan Perpaduan Aksi Tembak dan Hacking Paling Unik, Capcom Siap Guncang Dunia Game

Perjalanan Panjang Pragmata

Naoto Oyama, produser Pragmata, mengakui bahwa pengembangan game ini memakan waktu bertahun-tahun karena penuh dengan proses trial and error.

Konsep awal yang terlihat menarik di trailer 2020 ternyata tidak sepenuhnya bisa diterapkan ke dalam gameplay penuh.

Tim Capcom pun harus melakukan berbagai iterasi agar sistem permainan terasa menyenangkan dari awal hingga akhir.

Oyama yang juga terlibat di Dragon’s Dogma 2 menjelaskan, ada banyak ide yang sebelumnya dicoba namun akhirnya dibuang karena tidak sesuai dengan visi besar Pragmata.

Fokus utama tim kini adalah menyempurnakan mekanik inti: kolaborasi unik antara Hugh dan Diana.

Mekanik Utama: Kombinasi Aksi dan Puzzle

Gameplay Pragmata menghadirkan kombinasi yang jarang ditemui dalam game AAA.

Hugh mengandalkan berbagai senjata untuk bertarung, sementara Diana mendukungnya lewat kemampuan hacking.

Yang menarik, kekuatan keduanya tidak bisa berdiri sendiri. Hanya dengan kerja sama, pemain bisa mengalahkan musuh dengan efektif.

Saat kamu membidik musuh, ada dua opsi:

 - Menembak menggunakan senjata Hugh.

 - Mengaktifkan puzzle real-time lewat Diana untuk meretas musuh.

Paduan aksi tembak-menembak dan puzzle ini memberi pengalaman baru yang segar dan menantang.

Senjata, Boss Fight, dan Kebebasan Bermain

Demo terbaru Pragmata memperlihatkan adanya pertarungan boss, yang sekaligus menunjukkan alasan desain beberapa senjata.

Misalnya, senjata Shockwave Gun yang kuat namun lambat ternyata memberi ritme unik saat menghadapi musuh besar.

Hugh juga memiliki dua slot senjata: satu fokus pada damage besar, dan satunya lagi untuk kontrol medan tempur. Contohnya, Stasis Net bisa menghentikan pergerakan musuh untuk sementara.

Di sisi lain, kemampuan hacking Diana bisa ditingkatkan seiring progres permainan, memungkinkan kamu memilih gaya bermain yang lebih menekankan puzzle atau aksi tembak langsung.

Dengan desain ini, setiap pemain bisa mengekspresikan gaya bermain mereka sendiri.

Kamu bisa bermain aman dengan memanfaatkan Stasis Net lalu hacking secara perlahan, atau justru agresif dengan serangan langsung dan puzzle cepat.

Tantangan Capcom: Menjual Konsep yang Unik

Salah satu kendala terbesar Pragmata bukan hanya pengembangannya, tapi juga bagaimana Capcom menjelaskan konsep unik ini kepada publik.

Sistem permainan yang kompleks seringkali lebih mudah dipahami saat dimainkan langsung ketimbang hanya ditonton lewat video.

Namun, Oyama yakin bahwa kerja keras tim selama bertahun-tahun akan terbayar begitu pemain benar-benar mencoba game ini.

Ia percaya bahwa meskipun aneh dan tidak biasa, Pragmata akan menjadi pengalaman yang segar di tengah game AAA yang semakin seragam. Dengan jadwal rilis pada 2026, Pragmata masih menyimpan banyak misteri.

Namun dari apa yang sudah ditampilkan, game ini jelas menjadi salah satu judul paling ditunggu berkat keberanian Capcom menghadirkan sesuatu yang berbeda.

Bagi kamu yang merindukan eksperimen gila ala era lama industri game, Pragmata bisa jadi jawaban yang selama ini ditunggu.

Baca juga: Pragmata Ungkap Detail Cerita, Puzzle, dan Pertarungan Aksi: Petualangan Sci-Fi Emosional Semakin Dekat

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Eurogamer.net

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU