Sony Dikabarkan Hentikan Produksi Disc PS5 pada 2028
INDOZONE.ID - Industri video game terus bergerak menuju era digital. Di tengah tren tersebut, muncul laporan yang menyebutkan, Sony berencana menghentikan produksi disc PlayStation 5 (PS5) mulai tahun 2028.
Jika kabar ini benar, perubahan tersebut akan menjadi langkah besar yang dapat mengubah cara pemain membeli, menyimpan, dan mengakses game di masa depan.
Keputusan ini memang menawarkan kemudahan distribusi digital. Tapi juga memunculkan kekhawatiran mengenai kepemilikan game, hak jual kembali, hingga pelestarian koleksi video game dalam jangka panjang.
Baca juga: 15 Hero Meta Solo Rank Terbaik Season 40 Mobile Legends, Auto Push Rank ke Mythical Immortal
Dalam beberapa tahun terakhir, pembelian game digital terus meningkat. Banyak pemain memilih mengunduh game langsung melalui PlayStation Store, karena prosesnya lebih cepat dan praktis dibanding membeli versi fisik.
Apabila Sony benar-benar menghentikan produksi disc PS5 pada 2028, ekosistem PlayStation akan semakin bergantung pada layanan digital.
Artinya, akses terhadap game akan bergantung pada akun, lisensi, serta dukungan server yang disediakan oleh perusahaan.
Model seperti ini memang memudahkan distribusi, tetapi pemain tidak lagi memiliki media fisik yang dapat disimpan atau dimainkan tanpa bergantung pada toko digital.
Meski era digital terus berkembang, game fisik masih memiliki sejumlah keunggulan yang belum sepenuhnya tergantikan.
Salinan fisik dapat dipinjamkan kepada teman, dijual kembali, atau menjadi koleksi yang tetap bisa disimpan meskipun suatu saat toko digital ditutup.
Selain itu, kepemilikan dalam bentuk disc memberikan rasa aman karena pemain memiliki media yang dapat diakses tanpa harus selalu bergantung pada layanan online.
Sebaliknya, game digital sangat bergantung pada kebijakan platform. Jika lisensi dicabut atau layanan dihentikan, akses terhadap game berpotensi ikut menghilang.
Beralihnya industri ke format digital juga menimbulkan tantangan baru bagi upaya pelestarian video game.
Lembaga arsip, museum, perpustakaan, hingga komunitas kolektor membutuhkan cara yang legal untuk menyimpan dan mendokumentasikan game digital sebagai bagian dari sejarah industri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Digitaltrends.com