INDOZONE.ID - Marathon, extraction shooter terbaru dari Bungie, kembali diperlihatkan menjelang jadwal rilis Maret 2026 dengan perubahan visual yang cukup drastis
Baca juga: Bungie Diterpa Krisis Internal Usai Kasus Plagiarisme di Game Marathon Terungkap
Perubahan paling mencolok terlihat pada sistem pencahayaan yang kini terasa lebih hangat dengan bayangan yang jauh lebih dramatis, memberi kesan visual yang lebih padat, realistis, dan mendekati standar game AAA modern yang siap rilis.
Bagi banyak pemain, peningkatan ini dianggap sebagai proses alami dari fase alpha menuju versi final, apalagi Bungie sejak awal menekankan bahwa uji coba sebelumnya hanyalah work-in-progress yang berfokus pada konsep dan gameplay inti, bukan representasi akhir dari kualitas visual.
Reaksi positif pun bermunculan, dengan sejumlah kreator konten Destiny dan calon pemain memuji tampilan baru Marathon yang dinilai “gorgeous” dan jauh lebih meyakinkan sebagai shooter multiplayer generasi terbaru.
Di sisi lain, tidak sedikit penggemar lama yang merasa Marathon kehilangan ciri khasnya, terutama gaya “Graphic Realism” yang sebelumnya tampil berani dengan kontras warna ekstrem seperti pink neon, kuning terang, dan biru dingin yang memberi kesan futuristik ala iklan awal 2000-an bercampur Ghost in the Shell.
Peralihan ke pencahayaan yang lebih konvensional dan realistis membuat sebagian orang menyamakan tampilan baru Marathon dengan game Unreal Engine 5 generik, bahkan ada yang menyebutnya terasa seperti sekadar mod reshade tanpa karakter visual yang kuat.
Kritik ini cukup ramai di media sosial, dengan beberapa unggahan bernada satir mendapat puluhan ribu likes, menandakan bahwa kekhawatiran soal hilangnya identitas visual bukan sekadar suara minor.
Meski demikian, Marathon tidak harus memuaskan semua pihak untuk bisa sukses, karena selama masa penundaan pengembangan, banyak pemain justru meminta Bungie menghadirkan tampilan yang lebih gritty dan realistis agar sesuai dengan nuansa extraction shooter yang kompetitif.
Selain itu, Bungie dan Marathon juga menjadi sasaran empuk kritik daring dari kelompok yang mungkin tidak benar-benar berniat memainkan gamenya, sehingga sebagian reaksi negatif bisa saja lebih dipicu oleh tren “hate bandwagon” ketimbang evaluasi objektif.
Yang menarik, perubahan visual ini terjadi di tengah kabar bahwa Joseph Cross, senior art director yang berperan besar dalam membentuk bahasa visual Marathon sejak awal, telah meninggalkan Bungie beberapa bulan sebelum rilis, menimbulkan pertanyaan tentang seberapa banyak visi awal game ini akan bertahan hingga versi final.
Bagi kamu yang menantikan Marathon, perombakan visual ini bisa menjadi sinyal positif tentang kualitas produksi, namun juga menjadi ujian besar apakah Bungie mampu menjaga identitas artistik uniknya di tengah tuntutan pasar dan proses pengembangan yang panjang.
Baca juga: Marathon dari Bungie Akhirnya Punya Tanggal Rilis dan Harga Usai Penundaan 6 Bulan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kotaku