INDOZONE.ID - Kesuksesan Metaphor: ReFantazio sebagai JRPG baru dari Atlus memang sulit dibantah, namun alih-alih langsung mengamankan Metaphor 2, tim pengembang justru memilih untuk menahan diri dan berpikir panjang demi menjaga kualitas serta nilai yang sudah mereka bangun.
Baca juga: Hore! Yuukyuu Gensoukyoku Revival Hadirkan Kembali Klasik JRPG Legendaris di Nintendo Switch
Metaphor: ReFantazio tidak hanya menuai pujian kritikus dan penghargaan, tetapi juga mencatatkan diri sebagai salah satu game Atlus dengan penjualan tercepat, membuat banyak pihak menganggap sekuel adalah langkah yang hampir pasti.
Sutradara game ini, Katsura Hashino, menjelaskan bahwa sejak awal pengembangan, Metaphor memang dirancang dengan ambisi besar untuk menjadi salah satu brand utama Atlus, sejajar dengan Shin Megami Tensei dan Persona.
Meski demikian, Hashino menegaskan bahwa keberhasilan komersial bukan alasan yang cukup untuk langsung memproduksi sekuel dalam waktu singkat tanpa perencanaan matang.
Menurutnya, Atlus tidak ingin hanya “menunggangi” kesuksesan awal dengan cepat merilis lanjutan, karena hal tersebut berisiko mengorbankan visi dan nilai yang sudah tertanam kuat di Metaphor: ReFantazio.
Hashino menekankan bahwa jika Metaphor memang akan berlanjut sebagai seri, maka kelanjutannya harus benar-benar membangun fondasi yang sudah ada dan memberikan pengalaman yang pantas untuk para penggemar yang menanti.
Bagi Atlus, membuat game lanjutan bukan sekadar soal memperbanyak judul, melainkan memastikan bahwa setiap entri baru membawa makna, ide segar, dan kualitas yang sepadan dengan ekspektasi pemain.
Saat ini, tim pengembang masih fokus untuk memastikan bahwa arah yang akan diambil Metaphor ke depan benar-benar tepat sebelum memperluasnya menjadi franchise jangka panjang.
Hashino menyebut bahwa mereka memang melihat peluang besar untuk masa depan seri ini, tetapi tidak ingin bertindak impulsif hanya karena Metaphor: ReFantazio meraih kesuksesan besar dalam waktu singkat.
Pendekatan hati-hati ini sejalan dengan reputasi Atlus yang dikenal lebih mementingkan kualitas dan identitas kuat dibandingkan sekadar mengejar tren pasar.
Hal serupa juga terlihat dari pernyataan Hashino terkait Persona, di mana ia mengaku tidak terlalu terlibat langsung dalam pengembangan lanjutan seri tersebut setelah Persona 5 Royal, meski masih terhubung dengan timnya.
Bagi kamu yang berharap Metaphor 2 segera diumumkan, pernyataan ini mungkin terasa mengecewakan, tetapi di sisi lain menunjukkan komitmen Atlus untuk tidak merusak potensi besar yang sudah dimiliki Metaphor: ReFantazio.
Dengan waktu, perencanaan, dan visi yang matang, sekuel Metaphor justru berpeluang menjadi lanjutan yang lebih kuat, bukan sekadar respons cepat terhadap kesuksesan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Gamesradar