Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 31 DESEMBER 2025 • 19:20 WIB

Miyazaki dan Soulslike: Ketika FromSoftware Bukan Pencipta, tapi Penjawab Kebutuhan Pemain

Miyazaki dan Soulslike: Ketika FromSoftware Bukan Pencipta, tapi Penjawab Kebutuhan PemainElden Ring(Sumber:gamesradar.com)

INDOZONE.ID - Nama Hidetaka Miyazaki hampir selalu disebut setiap kali kamu membicarakan genre Soulslike, namun menariknya, sosok di balik Dark Souls dan Elden Ring ini justru merasa bahwa FromSoftware tidak sepenuhnya menciptakan genre tersebut, melainkan hanya menemukan jawaban yang tepat atas keinginan pemain.

Baca juga: Elden Ring: Nightreign, Ekspansi Brutal yang Bikin Ketagihan dan Meninggalkan Rasa Kurang

Asal-usul Soulslike Menurut Miyazaki

Sejak Demon's Souls dirilis pada 2009, FromSoftware perlahan diposisikan sebagai studio definisi bagi Soulslike, sebuah genre yang menekankan eksplorasi bebas, pembangunan karakter, dan pertarungan strategis dengan tingkat kesulitan tinggi.

Namun menurut Miyazaki, konsep inti seperti kematian sebagai bagian dari siklus belajar bukanlah ide baru, karena pada dasarnya pemain sudah lama mencari pengalaman seperti itu, hanya saja belum ada game yang mampu merangkumnya secara utuh dan memuaskan.

Kematian sebagai Mekanisme Belajar

Miyazaki menjelaskan bahwa kematian dalam game bukan dimaksudkan sebagai hukuman semata, melainkan sebagai alat pembelajaran yang mendorong pemain untuk memahami dunia, musuh, dan batas kemampuan mereka sendiri.

Pendekatan ini akhirnya menjadi inti dari SoulsBorne, di mana kamu kehilangan souls saat mati, lalu didorong untuk kembali mengambilnya, menciptakan ketegangan emosional yang justru memperkuat keterikatan pemain dengan permainan.

Peran Demon's Souls dalam Evolusi FromSoftware

Sebelum dikenal lewat Soulslike, Miyazaki sebenarnya terlibat dalam seri Armored Core, hingga akhirnya meminta dipindahkan ke proyek Demon's Souls yang saat itu dianggap berisiko oleh petinggi FromSoftware.

Dengan menggabungkan elemen King's Field, RPG fantasi gelap era 90-an, dan sistem online asinkron, Demon's Souls menjadi eksperimen berani yang tanpa disadari membentuk fondasi desain game FromSoftware di masa depan.

Bukan Inovasi Baru, Tapi DNA Studio

Miyazaki menegaskan bahwa Soulslike bukanlah penemuan revolusioner, melainkan hasil dari DNA desain FromSoftware yang kebetulan bertemu dengan celah di pasar game saat itu.

Ketika elemen-elemen tersebut menyatu dan diterima luas, FromSoftware pun dikenal sebagai pelopor, meski pada dasarnya mereka hanya menjawab kebutuhan yang sudah lama ada di benak pemain.

Dampak Jangka Panjang SoulsBorne

Terlepas dari perdebatan soal asal-usul genre, tidak bisa disangkal bahwa FromSoftware berhasil menyempurnakan formula ini hingga melahirkan karya-karya ambisius seperti Dark Souls, Bloodborne, Sekiro, dan Elden Ring.

Bagi kamu, pengalaman Soulslike kini identik dengan rasa frustrasi yang adil, kepuasan setelah mengalahkan tantangan, dan ingatan pahit kehilangan puluhan ribu souls hanya karena meremehkan satu musuh biasa.

Soulslike sebagai Bahasa Desain Modern

Kini Soulslike bukan sekadar genre, melainkan bahasa desain yang memengaruhi banyak pengembang lain, meski sering kali terjebak meniru permukaan tanpa memahami filosofi di baliknya.

Apa yang membuat Soulslike terasa otentik bukan hanya tingkat kesulitan, tetapi bagaimana game tersebut menghargai proses belajar pemain dan keberanian mereka untuk bangkit setelah gagal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Gamesradar

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Miyazaki dan Soulslike: Ketika FromSoftware Bukan Pencipta, tapi Penjawab Kebutuhan Pemain

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!