Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 31 DESEMBER 2025 • 16:45 WIB

Setahun Bersama Dragon Age: The Veilguard, Antara Kenangan Manis dan Penilaian Ulang

Setahun Bersama Dragon Age: The Veilguard, Antara Kenangan Manis dan Penilaian UlangDragon Age(Sumber:eurogamer.net)

INDOZONE.ID - Setahun setelah perilisannya, Dragon Age: The Veilguard kembali memancing refleksi mendalam tentang bagaimana sebuah game bisa terasa begitu memikat di satu waktu.

Namun perlahan berubah makna ketika kamu melihatnya lagi dengan jarak, konteks baru, dan pemahaman lebih luas tentang proses di balik pembuatannya.

Baca juga: Baru Beberapa Bulan Rilis, Dragon Age: The Veilguard akan Masuk PS Plus

Penilaian Awal yang Menghantui

Bagi sebagian kritikus, termasuk Robert Purchese, penilaian tinggi yang diberikan pada Veilguard justru menjadi beban refleksi karena seiring waktu muncul rasa tidak nyaman terhadap skor sempurna yang terasa terlalu murah hati.

Kesadaran bahwa Veilguard bukanlah game terbaik BioWare, bahkan bukan representasi paling kuat dari seri Dragon Age, membuat kamu mempertanyakan apakah pengalaman emosional sesaat pantas dijadikan tolok ukur utama dalam menilai kualitas jangka panjang sebuah RPG besar.

Proyek yang Diselamatkan di Tengah Kekacauan

Terlepas dari kritik, Veilguard adalah hasil dari proses pengembangan yang nyaris berantakan, di mana proyek ini beberapa kali berganti arah, hampir menjadi game live-service, dan akhirnya diselamatkan oleh tim Mass Effect yang mengambil alih demi memastikan game ini benar-benar rilis.

Fakta bahwa sebuah RPG single-player utuh bisa lahir dari kondisi seperti itu adalah pencapaian tersendiri, dan sebagai pemain kamu tetap bisa merasakan kesungguhan serta kerja keras tim pengembang di balik setiap sistem dan set-piece besar yang ditampilkan.

Perbedaan Sudut Pandang Kritikus

Diskusi antara Robert Purchese dan Alex Donaldson memperlihatkan betapa subjektifnya pengalaman bermain, karena sejak sesi preview awal, keduanya sudah berada di sisi berlawanan dalam menilai arah desain dan rasa keseluruhan Veilguard.

Bagi Alex, sejak awal Veilguard terasa seperti proyek tambal sulam dari berbagai ide yang tidak sepenuhnya menyatu, sementara bagi Robert, pendekatan yang menyerupai Mass Effect 2 justru terasa segar dan menyenangkan setelah pengalaman Dragon Age: Inquisition yang lebih berat.

Masalah Kedalaman dan Pilihan Pemain

Seiring waktu, muncul kesadaran bahwa banyak pilihan besar dalam Veilguard terasa lebih seperti momen skrip yang dipaksakan, bukan konsekuensi alami dari tindakan pemain yang benar-benar diingat dan diproses oleh dunia game.

Bagi kamu yang mengharapkan RPG dengan kedalaman reaktif khas Dragon Age, pendekatan ini membuat Veilguard terasa agak tipis, seolah kamu hanya naik ke kereta yang sudah melaju, bukan benar-benar mengendalikan arah perjalanan cerita.

Nada Cerita yang Terlalu Manis

Salah satu kritik paling menonjol adalah nada cerita dan karakter yang terasa terlalu ramah dan minim konflik internal, di mana hampir semua anggota party mudah akur tanpa gesekan emosional yang biasanya menjadi kekuatan utama seri Dragon Age.

Meskipun karakter tertentu seperti Emmrich atau Lucanis masih membekas, banyak karakter lain cepat terlupakan, membuat kamu menyadari bahwa kehangatan berlebihan justru bisa mengurangi daya ingat dan dampak jangka panjang sebuah narasi.

Warisan Veilguard dalam Seri Dragon Age

Dalam refleksi setahun kemudian, Veilguard terasa lebih sebagai epilog penuh aksi untuk Inquisition daripada fondasi baru bagi masa depan Dragon Age, karena banyak kekuatan naratifnya bergantung pada kerja keras game sebelumnya.

Veilguard memang menghibur dan emosional pada masanya, namun sulit menjadikannya tonggak utama warisan Dragon Age, karena game ini lebih berfungsi sebagai penyelesaian proyek bermasalah daripada ekspresi visi kreatif yang utuh dan berani.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Eurogamer

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Setahun Bersama Dragon Age: The Veilguard, Antara Kenangan Manis dan Penilaian Ulang

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!