Pedro "Audry" Lomihiri (Instagram.com/@fde.tl)
INDOZONE.ID - Dinamika bursa transfer dalam skema kompetitif esports memang selalu menyajikan kejutan yang tak terduga.
Bagi para penggemar setia PUBG Mobile di Indonesia, nama Pedro "Audry" Lomihiri tentu bukan sosok yang asing.
Pemain yang dikenal dengan kemampuan mekanik tinggi dan pembacaan zona yang tajam ini sempat menjadi salah satu pilar penting dalam peta persaingan tim-tim papan atas Tanah Air.
Namun, belakangan ini namanya seolah menghilang dari roster tim-tim besar Indonesia.
Ternyata, sang rusher tidak pensiun, melainkan memilih jalur karir yang anti-mainstream dengan menyeberang ke negara tetangga, Timor Leste.
Baca juga: Harga RAM Melonjak: Dampaknya untuk Dunia Gaming dan Konsol
Menilik kembali perjalanan karirnya di laman Liquipedia, rekam jejak Audry di kancah profesional memang penuh warna.
Ia memulai langkah besarnya lewat turnamen GoPay Arena Championship pada tahun 2020 silam saat masih berseragam Siren Esports.
Layaknya perjuangan pahlawan dalam sebuah cerita, karirnya tidak langsung melejit mulus.
Audry pernah merasakan pahitnya persaingan papan bawah ketika membela Eagle 365 Esports di ajang bergengsi PUBG Mobile Pro League (PMPL) Season 3.
Saat itu, timnya harus puas finis di peringkat 15 dari 16 tim, sebuah hasil yang tentu menjadi pukulan berat namun sekaligus pelajaran berharga bagi mentalitasnya.
Baca juga: Larangan Konten Game yang Semakin Ketat: Ancaman untuk Kebebasan Kreatif Industri Video Game
Momen kebangkitan Audry terjadi ketika ia menjadi bagian dari Livescape.
Di sinilah ia mencatatkan tinta emas dengan menjuarai PUBG Mobile Indonesia League (PMIL) Season 3. Namun, ternyata ada cerita menarik di balik nama Livescape ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber