GOG Angkat Bicara Soal Kontroversi Larangan Game Horses(Sumber:X/Eurogamer)
INDOZONE.ID - Kontroversi soal pelarangan game memang bukan hal baru, tapi kali ini situasinya cukup berbeda.
Setelah Valve memutuskan untuk melarang Horses, game horor naratif karya Santa Ragione, dari Steam, platform rival GOG langsung buka suara.
Pesan mereka sederhana tapi tegas: pemain berhak memilih pengalaman yang berbicara kepada mereka.
Horses diumumkan pada 2023 sebagai game horor tiga jam dengan visual monokrom dan intermezzo live-action.
Ceritanya berlangsung selama 14 hari di sebuah peternakan, di mana kuda, manusia telanjang dengan topeng kuda diperlakukan sebagai ternak.
Gaya artistiknya unik dan disturbing, mengangkat isu trauma keluarga, kekuasaan totaliter, hingga tanggung jawab moral.
Namun saat Santa Ragione mengumumkan tanggal rilis minggu ini, mereka sekaligus mengungkap bahwa Steam adalah satu-satunya platform yang menolak game itu.
Valve menilai Horses tampak menggambarkan tindakan seksual yang melibatkan anak di bawah umur dalam salah satu scene. Tapi menurut Santa Ragione, itu salah besar.
Studio Italia itu menjelaskan bahwa adegan yang dimaksud tidak mengandung unsur seksual sama sekali. Itu cuma momen ketika seorang tamu membiarkan anaknya menunggangi kuda.
Setelah mendapat kekhawatiran dari Valve, Santa Ragione bahkan mengubah adegan tersebut, sang anak di-aging jadi wanita berusia 20-an.
Masalahnya? Valve menolak meninjau ulang versi final yang sudah direvisi, sehingga pelarangan tetap berlaku.
Yang makin bikin aneh, tidak ada platform lain (Epic, GOG, Humble, Itch.io) yang merasa keberatan setelah melihat game-nya.
Melihat situasi ini, GOG pun memberi dukungan penuh. Lewat media sosial, mereka menyatakan bahwa mereka bangga memberi Horses sebuah rumah, sambil menegaskan bahwa pemain berhak menentukan apa yang ingin mereka mainkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Eurogamer.net