Bloodlines 2(Sumber:X/Eurogamer)
INDOZONE.ID - Mengembangkan Vampire: The Masquerade, Bloodlines 2 bukanlah tugas mudah bagi The Chinese Room.
Bukan karena mereka tidak mampu membuat game besar, tetapi karena mereka harus memikul nama yang sudah memiliki kultus penggemar yang kuat sejak 2004.
Begitu sebuah game diberi judul Bloodlines 2, ekspektasinya langsung menjulang dan The Chinese Room tahu sejak awal bahwa mereka tidak akan mampu memenuhi ekspektasi yang sama.
Dan Pinchbeck, mantan creative director, bahkan mengakui bahwa mereka beberapa kali mencoba meyakinkan Paradox agar tidak menggunakan nama Bloodlines 2.
Menurutnya, kami tidak bisa membuat Bloodlines 2, waktunya tidak cukup, dan dananya juga tidak cukup.
Menurut Pinchbeck, Bloodlines 1 lahir pada masa industri yang berbeda, era ketika game bisa dirilis dengan segudang bug, ide ambisius, dan lubang di sana-sini, namun tetap bisa dicintai karena kreativitasnya.
Game seperti STALKER atau Shenmue sama-sama punya cacat, tetapi mereka menjadi legenda karena spirit eksperimentalnya.
Kini, standar industri jauh lebih tinggi, merilis game besar penuh cacat tidak lagi bisa diterima.
Karena itu, mencoba meniru atmosfer Bloodlines 1 hanya akan membuat semua pihak kecewa, baik penggemar lama maupun pemain baru.
Paradox mencabut proyek ini dari Hardsuit Labs pada 2021.
Saat itu, The Chinese Room bukanlah penjuri proyek, mereka hanya dipanggil untuk menyelamatkan game yang sudah kritis.
Namun, setelah melihat kondisinya, jelas bahwa proyek tersebut bukan tinggal finishing.
Mesin sudah usang, ide-ide tidak selesai, struktur tidak stabil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Eurogamer.net