Call of Duty: Black Ops 7 (Sumber:X/Eurogamer)
INDOZONE.ID - Call of Duty: Black Ops 7 akhirnya melewati akhir pekan peluncurannya. Namun, bukannya mendapat sambutan membludak seperti seri-seri sebelumnya, justru jumlah pemain bersamaan di Steam memicu pertanyaan besar: apakah Black Ops 7 sedang underperform?
Sumber kekhawatiran ini terutama berasal dari data SteamDB. Meski gim ini berada di posisi ke-6 dalam daftar global top sellers, puncak pemain bersamaan (concurrent peak) baru menyentuh angka sedikit di atas 100.000.
Angka ini memang besar, tapi bila dibandingkan dengan rilis sebelumnya, tren penurunannya sangat terlihat.
Baca juga: Call of Duty: Black Ops 7 Raih Skor Pengguna Terendah dalam Sejarah COD di Metacritic
Sebagai gambaran, Black Ops 6 yang rilis pada 2024 mencatat sekitar 315.000 pemain di puncaknya di Steam.
Lebih jauh lagi, Modern Warfare III (2022) bahkan mencapai sekitar 491.000 pemain.
Dibandingkan angka tersebut, performa awal Black Ops 7 jelas terlihat lebih rendah.
Namun, apakah ini berarti penjualannya buruk? Belum tentu.
Steam hanyalah salah satu platform, dan Call of Duty tidak hanya hidup di sana.
Di PlayStation Store, Black Ops 7 justru berada di posisi kedua game terlaris.
Sementara itu, di Xbox Store, gim ini bertengger di posisi paling relevan - indikasi bahwa minat pemain Xbox cukup tinggi.
Walau di Microsoft Store posisinya berada di urutan ke-15 untuk kategori Top Paid, ini tetap menunjukkan adanya distribusi pemain di berbagai platform.
Selain itu, gim ini juga tersedia melalui Game Pass di konsol dan PC.
Kehadiran day-one di layanan berlangganan jelas memengaruhi angka penjualan langsung, berbeda dengan Modern Warfare 3 yang tidak hadir di Game Pass saat perilisan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Eurogamer.net