Call of Duty: Black Ops 7 (Sumber:X/Eurogamer)
INDOZONE.ID - Call of Duty: Black Ops 7 hadir sebagai salah satu rilis paling mengejutkan dalam sejarah seri ini.
Bukan karena performa teknis atau gameplay yang menurun, tetapi karena keputusan besar Treyarch dan Raven Software untuk meninggalkan kampanye single-player tradisional.
Game ini tetap menyediakan mode cerita, namun jelas dirancang sebagai pengalaman co-op.
Cutscene selalu memperlihatkan tiga rekan lain, membuat pengalaman solo terasa canggung dan kurang mendalam, khususnya untuk kamu yang berharap campaign sinematik seperti seri sebelumnya.
Baca juga: 5 Hal Ini yang Bikin Pemain Solo Call of Duty: Black Ops 7 Ngerasa Kaget dengan Pembaharuannya
Walau meninggalkan identitas lamanya, Black Ops 7 tetap menawarkan gameplay yang solid.
Pertempuran melawan musuh robotik terasa berat dan memuaskan, didukung efek suara yang tajam dan ledakan berantai yang menghidupkan atmosfer pertempuran.
Treyarch juga memperkenalkan elemen halusinasi dalam cerita, menghadirkan adegan surreal seperti pisau raksasa jatuh dari langit hingga kilas balik ke momen-momen ikonik dari seri Black Ops terdahulu.
Meski menarik, elemen ini terkadang tidak sepenuhnya menyatu dengan fokus ko-op yang menjadi pusat gameplay.
Salah satu misi standout adalah aksi parkour cepat di Tokyo yang penuh momen adrenalin.
Kamu akan berlari, melompat, dan memantul dari billboard dengan ritme cepat.
Sementara itu, Avalon berfungsi sebagai arena endgame dengan dunia terbuka luas yang bisa dijelajahi menggunakan grappling hook dan wingsuit.
Kedua lokasi ini memberi pengalaman dinamis dan segar yang tidak selalu ada di seri sebelumnya.
Baca juga: Embark Studios Tak Takut Rilis Arc Raiders di Tengah Gempuran Call of Duty dan Battlefield
Untuk multiplayer, Black Ops 7 tetap mempertahankan esensi klasik Call of Duty: aksi cepat, map padat, dan pertempuran intens.
Mode baru seperti Overload Device memberi sentuhan seru di mana pemain harus membawa “bola energi” ke markas musuh untuk mencetak poin.
Mode lainnya, Skirmish 20v20, menawarkan arena besar meski kadang terasa terlalu kosong.
Zombies pun kembali dengan formula klasik penuh gelombang undead dan upgrade bertahap.
Black Ops 7 adalah game co-op yang menyenangkan, menawarkan aksi cepat dan penuh ledakan, namun kehilangan satu pilar penting: campaign solo yang kuat.
Keputusan mengorbankan pengalaman naratif membuat game ini terasa kurang seimbang dibandingkan seri sebelumnya.
Untuk kamu yang suka main bareng teman, Black Ops 7 tetap layak dicoba.
Namun jika kamu mencari kisah dan kedalaman ala Black Ops 6, game ini mungkin terasa kurang memuaskan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Eurogamer.net