Ghost Town(Sumber:X/Eurogamer)
INDOZONE.ID - Setelah meraih pujian saat debut eksklusif di Meta Quest, game VR bertema horor dan misteri berjudul Ghost Town besutan Fireproof Games, studio di balik seri puzzle legendaris The Room siap menyambangi platform PC via Steam VR mulai tanggal 15 Juli 2025.
Baca juga: The Last of Us Part 2 Kini Hadirkan Mode Kronologis, Bikin Pengalaman Main Jadi Lebih Mendalam
Dalam Ghost Town, kamu akan dibawa ke London era 1980-an, tepatnya tahun 1983.
Kamu akan berperan sebagai Edith Penrose, seorang detektif paranormal yang menjalankan agensinya dari sebuah flat di blok apartemen South London bersama rekan sekamarnya yang jago teknologi, Rina.
Misi utama Edith adalah menemukan adik laki-lakinya yang hilang, Adam, yang membawanya dalam perjalanan penuh misteri ke berbagai lokasi, termasuk pulau terpencil di Skotlandia dan sudut-sudut tersembunyi kota London.
Jika kamu menyukai The Room, maka kamu akan langsung merasa familier.
Ghost Town menawarkan puzzle interaktif yang menantang, interaksi lingkungan yang sangat detail, dan suasana sinematik yang menegangkan.
Beberapa set-piece dalam game ini dikemas sangat dramatis. Terutama bagian di mercusuar dan bahkan disebut sebagai salah satu momen game terbaik tahun ini oleh beberapa pengulas.
Ditambah lagi, karakter-karakter yang hadir disuarakan dengan kualitas akting yang solid, memperkuat atmosfer cerita yang penuh ketegangan dan emosi.
Ghost Town awalnya dirilis untuk Meta Quest pada April lalu dan mendapatkan respons sangat positif.
Kini, versi Steam VR akan hadir pada 15 Juli, sementara versi PlayStation VR 2 masih belum mendapatkan tanggal rilis pasti.
Meskipun belum diketahui apakah versi PC akan menghadirkan peningkatan grafis atau performa yang memanfaatkan keunggulan perangkat keras PC, kamu sudah bisa wishlist Ghost Town di Steam sekarang juga.
Versi demo pun telah tersedia untuk kamu yang ingin mencicipi ketegangan sebelum rilis penuh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Eurogamer.net