Reboot Perfect Dark dan Game MMO dari Zenimax Resmi Dibatalkan(Sumber:X/Eurogamer)
INDOZONE.ID - Gelombang pemangkasan proyek kembali menerpa Microsoft. Kali ini dua game besar — reboot Perfect Dark dan MMORPG baru dari Zenimax Online Studios resmi dibatalkan.
Keputusan ini jadi bagian dari langkah restrukturisasi internal yang sedang dilakukan perusahaan.
Baca juga: CWA Capai Kesepakatan Kontrak Bersejarah dengan ZeniMax: Gaji Naik dan QA Kini Dapat Kredit di Game
Update terbaru datang dari Chris Linn, senior producer di Zenimax Online Studios, yang mengonfirmasi kabar pembatalan proyek MMO lewat unggahan di LinkedIn.
Game yang selama ini dirahasiakan dan memiliki kode nama Blackbird itu telah dikembangkan sejak 2018.
Hal senada juga disampaikan oleh Sean Dunn, eksekutif produser dari tim yang sama.
Ia mengaku bahwa hari itu merupakan salah satu momen paling mengecewakan dalam 35 tahun kariernya di industri game.
Ia juga menambahkan bahwa tim pengembang ini adalah salah satu yang terbaik dan penuh rasa hormat satu sama lain.
Dunn mengajak siapa pun yang membuka lowongan untuk mempertimbangkan anggota tim tersebut karena mereka sangat berbakat.
Sementara itu, proyek reboot Perfect Dark dari studio The Initiative juga resmi dihentikan. Game ini awalnya diumumkan pada Desember 2020 sebagai proyek ambisius dari divisi Xbox Game Studios.
Namun, sejak diumumkan, Perfect Dark menghadapi banyak tantangan. Bahkan pada 2022, kepala Xbox Game Studios, Matt Booty, menyatakan bahwa cara pembuatan game sudah banyak berubah dan tidak lagi bergantung pada satu tim dalam satu atap.
Karena itu, Crystal Dynamics — pengembang seri Tomb Raider sempat dilibatkan untuk membantu produksi.
Sayangnya, laporan pada Mei 2024 menyebutkan bahwa proyek ini mengalami kemajuan yang sangat lambat dan masih berada dalam kondisi yang belum matang.
Meskipun trailer gameplay sempat dipamerkan pada Juni 2024 di Xbox Games Showcase, tidak ada tanggal rilis yang diumumkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Eurogamer.net