Minggu, 11 MEI 2025 • 15:33 WIB

Robot Anjing Buatan ITS Ini Bisa Patroli Sendiri dan Paham Perintah Manusia

Author

Robot anjing yang dikembangkan ITS Surabaya bisa memahami perintah manusia.

INDOZONE.ID - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, sedang mengembangkan robot anjing berkaki empat yang bisa bergerak sendiri, merespons suara, dan menjalankan misi patroli di area industri.

Robot ini merupakan hasil kolaborasi antara Tim Robotika ITS, Klaster TIK, dan Ezra Robotics.

Versi awal robot didatangkan dari Tiongkok oleh Ezra Robotics, lalu dikembangkan lebih lanjut oleh ITS agar punya kemampuan lebih dalam hal sensor, mobilitas, dan kecerdasan buatan.

Menurut Koordinator Tim Robotika ITS, Muhtadin, robot ini dirancang sebagai unit patroli otonom untuk kebutuhan industri. Ia bisa memetakan area, mengenali suhu berlebih di mesin, sampai mendeteksi anomali di tempat seperti gardu induk listrik.

“Kemampuan tersebut didukung oleh sensor suhu inframerah, sensor akustik, serta navigasi berbasis Lidar dan Global Positioning System (GPS),” jelas Muhtadin mengutip laman ITS, Minggu (11/5/2025).

Baca Juga: Robot Humanoid Mulai Masuk Pabrik, Sudah Bisa Gantikan Peran Buruh?

Secara visual, robot ini berwarna putih dan dilengkapi kecerdasan berbasis deep learning.

Hal tersebut membuatnya mampu mengenali objek dari warna visual maupun termal. Ia bisa patroli secara otomatis, misalnya tiap tiga jam sekali, lalu mengirim data hasil inspeksi ke pusat kendali.

Robot anjing yang dikembangkan ITS Surabaya bisa memahami perintah manusia.

Sedangkan dari sisi gerak, robot berkaki empat ini punya keunggulan stabilitas, karena bisa menyesuaikan diri dengan berbagai medan. Mulai dari permukaan berbatu hingga tangga.

Fitur kontrol manual lewat remote juga disiapkan, khususnya untuk situasi darurat.

ITS juga menyebutkan bahwa robot ini tak hanya berguna untuk industri. Dengan tambahan teknologi seperti Large Language Model dari Google Gemini, robot mampu memahami perintah dalam bahasa sehari-hari dan menjalankan aksi sesuai arahan.

“Kami juga membekali robot dengan keahlian berinteraksi natural agar membantu kehidupan sehari-hari,” imbuh Muhtadin.

Baca Juga: Lomba Lari Maraton Robot Humanoid di China, Ada yang Pakai Sarung Tinju!

Untuk saat ini, ada dua jenis robot yang dikembangkan. Versi kecil setinggi 45 cm dan versi besar dengan tinggi 71 cm.

Robot kecil cocok digunakan di lingkungan rumah tangga, sementara versi besar lebih pas untuk industri.

Salah satu fitur penting lainnya adalah kemampuan mendeteksi kelengkapan Alat Keselamatan Kerja (AKK) pada pekerja.

Robot anjing yang dikembangkan ITS Surabaya bisa memahami perintah manusia.

Fitur itu sangat membantu di lingkungan kerja yang membutuhkan pengawasan ketat terhadap protokol keselamatan.

ITS berharap pengembangan robot ini bisa terus diperluas ke sektor seperti pertambangan dan perminyakan. Komersialisasi dan uji coba di lapangan juga akan dilakukan untuk menyempurnakan performanya.

“Kami akan mengembangkan varian robot dengan spesifikasi khusus sesuai kebutuhan sektor lainnya untuk membantu kehidupan masyarakat,” ujar Muhtadin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Its.ac.id

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU