Masih Bayar iCloud Tiap Bulan? Content Creator Ini Ungkap Cara Simpan Foto dan Video Lebih Hemat
INDOZONE.ID - Banyak orang masih mengandalkan layanan cloud seperti iCloud, Google One, dan platform sejenisnya untuk menyimpan banyak foto dan video dari smartphone.
Padahal, biaya berlangganan layanan cloud bulanan tidaklah murah.
Selain harus mengeluarkan biaya langganan setiap bulan yang bisa membebani pengeluaran, penggunaan layanan cloud juga memiliki risiko tersendiri.
Misalnya, kamu bisa kesulitan mengakses data saat lupa akun atau kata sandi yang digunakan untuk masuk ke layanan tersebut.
Baca juga: Jangan Tunggu Mati Total, Ini 7 Tanda Jelas HP Kamu Sudah Harus Diganti Baru
Sebagai alternatif, penggunaan kartu memori atau SD card dinilai lebih hemat dan praktis.
Kamu cukup membeli satu kali lalu langsung menggunakannya pada perangkat yang mendukung, tanpa perlu membayar biaya langganan bulanan.
Selain jadi lebih hemat, perangkat penyimpanan fisik juga dinilai lebih aman, karena foto dan video berharga dapat disimpan langsung dan bisa diakses di perangkat manapun.
Dengan begitu, momen penting bersama keluarga maupun orang terdekat tetap tersimpan dan mudah diakses kapan saja.
Baca juga: Bikin Heboh Pasar Indonesia Lewat RAM Gede Harga 1 Jutaan, HP Itel Buatan Mana Sih?
Content Creator Adriel Reith berbagi tips jika kamu tak ingin terus-menerus berlangganan iCloud yang bikin boros pengeluaran.
Bahkan dulu ia berpikir bahwa iCloud itu solusi banget dibanding beli iPhone dengan memori yang lebih gede which is harganya lumayan jauh.
"Mending aku pakai iCloud aja bayar bulanan,” ujarnya di Jakarta, baru-baru ini.
Tapi menurutnya Apple itu pintar dan ia pribadi sempat langganan iCloud 2TB selama beberapa bulan. Adriel harus membayar biaya sebesar Rp169 ribu per bulan.
Baca juga: Spesifikasi POCO F8 Ultra: Bagaimana Kamera dan Fitur AI Ponsel Ini?
Di lain sisi, ia sudah pakai sudah memakai memori iCloud itu 400 GB dan kalau berhenti berlangganan, jadi tambah effort dan waktu untuk mindahin memori sebesar itu.
“Bayangin kalau misalnya langganan 2TB selama 5 tahun, bujetnya bisa Rp10,4 juta. Kalau kalian gak mau gitu ada 2 opsi yang yang aku mau share ke kalian.”
“Pertama buat kalian yang akan pakai iPhone untuk jangka lama, mending ambil aja memori yang lebih gede dan gak perlu bayar lagi setiap bulan,” ujarnya.
Opsi selanjutnya, tak masalah jika kamu menggunakan iPhone dengan memori paling kecil, tapi kamu bisa sedia SSD yang bisa langsung colok ke smartphone. Kamu bisa simpan file dan pakai SSD tersebut.
Baca juga: Intip 8 Fungsi NFC yang Mudahkan Aktivitas Harian Kamu
Melihat kebutuhan tersebut, sejumlah perangkat dan teknologi baru, mulai dari solusi penyimpanan profesional hingga kartu memori berteknologi tinggi diperkenalkan di Indonesia.
Tak hanya menghadirkan perangkat keras, berbagai layanan pendukung agar pengguna dapat mengelola dan melindungi data dengan lebih mudah juga dikembangkan.
Kamu akan terasa lebih mudah saat menyimpan, mengatur, serta menjaga keamanan file-file penting digital.
Bahkan kartu memori SSD saat ini telah dirancang untuk kebutuhan gaming, produksi konten, dan aktivitas komputasi berat.
Baca juga: Daftar Fitur Baru di iOS 27 dan iPadOS 27: Siri Makin Pintar dan iPhone Lebih Ngebut
Performa ini memungkinkan waktu pemuatan game lebih cepat, pengalaman bermain yang lebih mulus, serta respons sistem yang lebih optimal pada PC gaming, konsol, maupun perangkat gaming portabel.
Regional Sales Director Lexar APAC Leanne Tsai mengakui bahwa kartu memori atau penyimpanan data fisik sangat dibutuhkan.
Begitu banyak jumlah kreator konten, gamer, hingga pengguna yang aktif mendokumentasikan berbagai momen penting dalam kehidupan mereka.
"Kami memastikan setiap momen dapat tersimpan dengan aman. Kami memiliki komitmen yang kuat terhadap pasar Indonesia dan pengumuman hari ini hanyalah awal dari perjalanan tersebut," ujar Leanne Tsai.
Baca juga: Turun Harga! Ini HP Flagship Bekas Terbaik yang Masih Layak untuk Dibeli
Ia juga menilai bahwa Indonesia merupakan salah satu pasar paling potensial di Asia Tenggara. Karena didukung populasi muda yang tumbuh bersama teknologi digital.
“Masyarakat Indonesia perannya besar di dunia digital, mulai kreator konten yang mengabadikan momen viral berikutnya, gamer yang mendorong performa sistem mereka hingga batas maksimal, maupun penggemar sepak bola,” paparnya.
Ruang Penyimpanan Data Berbasis AI
Di era kini, perkembangan AI telah mengubah cara data dibuat, diproses, dan disimpan.
Fungsi storage kini tidak hanya sebagai tempat menyimpan data, tetapi juga mampu mendukung kebutuhan komputasi AI yang semakin kompleks.
Baca juga: Samsung Galaxy A27 Muncul dengan Warna Baru, Intip Spesifikasinya!
Dalam kesempatan ini, General Manager Lexar APAC William Lu menambahkan, selain SSD, AI Storage Core juga bisa membantu para content creator untuk menyimpan file.
Menurutnya, AI secara fundamental mengubah cara data diciptakan, diproses, dan disimpan.
“Kami berada di garis depan perubahan tersebut. Inisiatif AI Storage Core menandai era baru, di mana penyimpanan menjadi penggerak kecerdasan, bukan sekadar tempat penyimpanan pasif,” kata William.
Performanya sangat tinggi dengan kecepatan baca tulis berurutan yang tinggi, sehingga pemrosesan data berskala AI bisa lebih cepat.
Perangkat AI ini sangat cocok dimanfaatkan untuk komunitas kreator, gamer, dan pengguna teknologi yang dinamis.
Baca juga: Uji Benchmark Oppo Pad 5 Matte Display: Layar Mewah, Gimana Performanya?
Terobosan Teknologi di Dunia Sepak Bola
Chief Marketing Officer Argentine Football Association Leandro Petersen menambahkan, terobosan teknologi mampu memadukan ketahanan dan performa ekstrem untuk melindungi setiap momen penentuan.
Keduanya sama-sama disebut menginspirasi audiens dan sepak bola bisa menyatukan orang dari berbagai budaya, dan yang lainnya melalui teknologi.
"Kolaborasi ini sangat ideal untuk mendukung para kreator, profesional, dan penggemar yang mendokumentasikan serta merayakan olahraga kami di seluruh dunia,” tutup Leandro Petersen.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan