INDOZONE.ID - Sebagai bentuk keamanan, berbagai smartphone dilengkapi dengan fitur PIN atau pola, pengenalan wajah, atau memindai sidik jari. Fitur tersebut digunakan supaya tidak sembarang orang bisa membuka handphone yang bukan miliknya.
Salah satu di antara berbagai fitur dalam smartphone tersebut adalah fingerprint ultrasonic,, teknologi sensor biometrik yang menggunakan gelombang suara (ultrasonik). Gelombang ini bisa memindai dan membuat peta 3D sidik jari.
Teknologi ini dinilai lebih akurat, berfungsi di bawah layar, serta tidak berpengaruh dari kotoran atau keringat. Selain itu, fingerprint ultrasonic dianggap lebih aman dan andal.
Baca juga: Cara Mencerahkan Layar Laptop dengan Cepat dan Mudah di Semua Versi Windows
Cara Kerja Fingerprint Ultrasonic
Cara kerja fingerprint ultrasonic tentunya berbeda dengan yang optical. Fingerprint ultrasonic bekerja dengan cara mengirimkan gelombang suara ke jari ketika sensor tersebut ditekan. Selanjutnya, gelombang ini dipantulkan balik ke penerima.
Melalui cara ini, sensor bisa memetakan lekukan pada sidik jari dengan akurat dalam bentuk tiga dimensi. Sebagai info, teknologi ini diletakkan pada bagian bawah layar, serta tidak menyala ketika digunakan.
Kelebihan Fingerprint Ultrasonic
Penggunaan fingerprint ultrasonic pada smartphone tentu memiliki keunggulan. Salah satunya yaitu bisa digunakan walaupun ujung jari dalam kondisi basah atau berminyak, karena kemampuannya pemindaian tiga dimensi.
Buat kamu yang kehujanan atau setelah olahraga, handphone masih bisa dibuka dengan mudah seperti biasa.
Selain itu, fingerprint ultrasonic dinilai paling akurat dibanding metode lainnya. Oleh karena itu, kemungkinan dibuka oleh sembarang orang akan sangat kecil.
Baca juga: 3 Cara Mematikan Laptop dengan Keyboard, Praktis saat Mouse Tidak Berfungsi
Kekurangan Fingerprint Ultrasonic
Dimana ada kelebihan, tetap ada kekurangan, termasuk pada penggunaan fingerprint ultrasonic. Salah satu kekurangan teknologi ini lebih kepada belum banyak digunakan di berbagai segmen harga.
Fingerprint ultrasonic biasanya digunakan pada smartphone kelas atas. Faktor utama karena harganya yang lebih mahal, sehingga penggunaannya juga belum merata.
Perbedaan Fingerprint Ultrasonic dan Optical
Penggunaan fingerprint ultrasonic tentu berbeda dengan yang metode optikal . Pertama, fingerprint ultrasonic menggunakan gelombang suara untuk membentuk model sidik jari tiga dimensi.
Teknologi ini membuat pengguna bisa membuka handphone seperti biasa, walaupun dalam kondisi hujan, atau jari yang sedang basah dan berminyak. Sensor ultrasonik juga dianggap lebih akurat dibanding optik.
Sedangkan fingerprint optical bekerja dengan memantulkan cahaya pada handphone dari jari pengguna. Saat disentuh, layar handphone akan menyala.
Di dalam layar tersebut ada kamera kecil dan LED untuk memantulkan cahaya ke lekukan sidik jari. Selanjutnya, kamera menangkap gambar pola sidik jari tersebut dalam dua dimensi, lalu diproses dan dibandingkan dengan sidik jari yang tersimpan. Apabila cocok, handphone akan terbuka.
Baca juga: Pemerintah Inggris Perketat Penggunaan Ponsel di Sekolah, Buka Konsultasi dengan Orang Tua
Mana yang Lebih Bagus?
Jika dibandingkan mana yang lebih bagus, tentu harus mengacu pada keunggulan dan kekurangan masing-masing. Sensor optik memang lebih murah, tapi ultrasonik memiliki keunggulan dari segi keamanan dan kompatibilitas.
Akan tetapi, wajib dicatat meskipun ultrasonic dinilai lebih aman, teknologi ini tidak berarti kebal selamanya.
Sebagai contoh, ada pengguna yang mencoba membuat cetakan tiga dimensi sidik jarinya dan berhasil membuka handphone tersebut. Ini membuktikan tidak ada teknologi sensor yang benar-benar aman dari celah keamanan.
Sebab itu, jika dinilai mana yang lebih bagus, tentu tergantung penggunaan dan referensi masing-masing pengguna.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: