INDOZONE.ID - Dunia smartwatch kini tak hanya soal gaya dan kebugaran, tapi juga tentang kecerdasan buatan (AI).
Dua produk raksasa, Apple Watch Series 11 dan Samsung Galaxy Watch 8 Classic, kini bersaing ketat dalam menghadirkan asisten AI paling pintar di pergelangan tanganmu.
Namun, hasil pengujian terbaru menunjukkan bahwa Gemini dari Google jauh melampaui Siri milik Apple, terutama dalam hal pemahaman konteks dan kemampuan bekerja secara praktis.
AI di Smartwatch: Lebih dari Sekadar Asisten Digital
Selama hampir satu dekade, smartwatch telah berevolusi dari sekadar pelacak aktivitas menjadi perangkat multifungsi. Kini, berkat AI, jam pintar bisa membantu kamu melakukan berbagai hal tanpa harus membuka ponsel.
Baca juga: Huawei Rilis HUAWEI WATCH GT 6 Series di Indonesia dengan Fitur Canggih dan Desain Premium
Mulai dari menjadwalkan rapat, mencari arah, mengatur musik, hingga membaca berita semua bisa dilakukan hanya dengan perintah suara. Sayangnya, asisten digital lama seperti Siri, Alexa, Google Assistant, dan Bixby memiliki batasan besar.
Mereka tidak mampu memahami konteks mendalam, lambat merespons, serta sulit berinteraksi dengan aplikasi pihak ketiga.
Inilah celah yang diisi Gemini, model bahasa besar (LLM) dari Google yang kini menjadi otak di balik Wear OS pada Galaxy Watch 8.
Gemini: Asisten yang Lebih Cerdas dan Kontekstual
Baca juga: Google Pixel Watch 4: Smartwatch Baru dengan Perubahan Besar yang Bikin Makin Menarik
Gemini menawarkan pengalaman percakapan yang lebih alami dan fleksibel dibanding Siri. Saat kamu berbicara dengan Gemini, AI ini tak hanya mendengarkan kata-kata, tetapi juga memahami maksud dan konteks percakapan.
Misalnya, ketika penulis mengucapkan “Rubin GPUs” yang awalnya dikenali sebagai “Reuben,” Gemini tetap memahami bahwa yang dimaksud adalah arsitektur GPU terbaru dari Nvidia sesuatu yang sering gagal dilakukan Siri.
Keunggulan lain, Gemini jauh lebih adaptif terhadap berbagai aksen dan bahasa. Jika kamu berbicara dengan pengucapan khas lokal atau menggunakan istilah non-Inggris, Gemini tetap bisa mengenali maksudmu dengan akurat, sementara Siri sering salah tangkap.
Gemini Unggul dalam Eksekusi Perintah dan Integrasi Layanan
Ketika diuji untuk mencari tempat wisata di Dharamshala, Siri malah menampilkan peta acak yang tak relevan.
Sebaliknya, Gemini langsung memberikan daftar lokasi wisata, lengkap dengan gambar dan opsi untuk menyimpannya di Google Keep.
Bahkan, Gemini mampu menindaklanjuti perintah lanjutan seperti “ceritakan lebih banyak tentang kuil Buddha” tanpa perlu konteks tambahan sebuah bukti pemahaman yang mendalam.
Baca juga: iPhone 17 Resmi Rilis, Apple Juga Hadirkan AirPods Pro 3 dan Apple Watch Terbaru
Lebih jauh lagi, Gemini dapat berinteraksi langsung dengan aplikasi produktivitas dan hiburan, seperti Gmail, Maps, Calendar, WhatsApp, dan Spotify.
Kamu bisa memintanya meninjau email terakhir, menjadwalkan rapat, atau mengirim pesan tanpa harus menyentuh layar.
Sementara itu, Siri di Apple Watch masih terbatas pada ekosistem Apple dan tidak bisa mengakses aplikasi pihak ketiga seperti Outlook atau WhatsApp.
Kesimpulan: Gemini Lebih Siap di Era AI Wearable
Baca juga: Samsung Galaxy Watch Ultra Baru, Memori 64GB dan Warna Titanium Blue
Secara keseluruhan, Gemini di Samsung Galaxy Watch 8 Classic menghadirkan pengalaman AI yang jauh lebih matang dan berguna dibanding Siri di Apple Watch Series 11.
Dengan pemahaman konteks yang lebih baik, integrasi layanan yang luas, dan kemampuan bahasa yang superior, Gemini menempatkan Wear OS beberapa langkah di depan watchOS.
Meskipun Apple dikabarkan tengah menyiapkan pembaruan besar untuk Siri berbasis AI, masih diragukan apakah ia bisa mengejar keunggulan Gemini yang sudah terintegrasi secara mendalam di seluruh ekosistem Google.
Untuk saat ini, jika kamu mencari smartwatch dengan AI paling cerdas, Galaxy Watch 8 Classic dengan Gemini adalah pilihan terbaik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Digital Trends